Bisnis.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini, kata “hilirisasi” sering terdengar di tengah masyarakat, khususnya ketika membahas ekonomi dan industri. Sebenarnya, apa itu hilirisasi?
Secara umum, hilirisasi adalah strategi untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk. Untuk mempelajari strategi ini secara mendalam, simak penjelasannya berikut.
Hilirisasi adalah proses mengubah bahan baku menjadi produk yang bernilai tambah. Nilai tambah ini diperoleh dari pengolahan lebih lanjut.
Misalnya, alih-alih mengekspor minyak bumi mentah, sejumlah pengolahan lanjutan dilakukan agar bisa menjadi produk baru, seperti plastik, bahan bakar motor, bahan kimia, dan lain sebagainya.
Tentunya, produk turunan ini akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak industri, seperti manufaktur, medis, farmasi, dan otomotif.
Contoh hilirisasi adalah upaya Chandra Asri Group untuk terus memperkuat ketahanan industri kimia nasional dengan membangun pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Pabrik ini ditargetkan untuk bisa memproduksi sekitar 827 ribu ton soda api dan 500 ribu ton EDC per tahun. Produksi kedua bahan kimia dari bahan mentah tersebut diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan impor dan menambah devisa hingga Rp5 triliun per tahun.
Pabrik CA-EDC mengolah ethylene dan klorin menjadi ethylene dichloride (EDC), yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku produksi vinyl chloride monomer (VCM) dan polyvinyl chloride (PVC).
Selain itu, integrasi dengan fasilitas klor-alkali memungkinkan perusahaan menghasilkan soda api yang dapat dimanfaatkan di berbagai industri, termasuk untuk pembuatan sabun dan detergen.
Dukungan hilirisasi dari perusahaan energi, kimia, dan infrastruktur terdepan di Asia Tenggara ini juga diharapkan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dan melibatkan berbagai pelaku usaha lokal.
Jadi, hilirisasi industri ini tidak hanya memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia nasional, tetapi juga memutar roda perekonomian masyarakat.
Hilirisasi memberikan sejumlah manfaat bagi industri, bisnis, dan ekonomi. Proses hilirisasi mengolah bahan-bahan mentah menjadi produk bernilai jual.
Tentunya, proses pengolahan dari bahan baku menjadi produk akhir harus dilakukan oleh tenaga kerja yang sudah ahli. Jadi, hilirisasi dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat untuk mencapai proses operasional yang efisien.
Selain itu, produk-produk hasil hilirisasi dapat diekspor atau dijual dengan nilai tinggi sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Pendapatan negara ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan infrastruktur dan program-program yang menyejahterakan masyarakat.
Hilirisasi juga dapat membentuk industri hilir yang kuat sehingga memiliki daya saing yang optimal dan melengkapi struktur industri nasional.
Proses ini juga bisa mengalihkan inovasi dan pengetahuan dari negara-negara maju agar bisa dimanfaatkan untuk perkembangan industri di Indonesia.
Jadi, industri tidak hanya berfokus untuk menciptakan produk-produk bernilai tinggi, tetapi juga mengembangkan teknologinya agar terus maju mengikuti zaman.
Kemudian, hilirisasi dapat mengurangi ketergantungan negara pada ekspor bahan mentah sehingga mendorong kemandirian ekonomi. Produk hilirisasi yang memiliki peluang keuntungan tinggi juga dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Manfaat terakhir dari hilirisasi adalah meningkatnya pendapatan negara berkat dukungan terhadap produk hilirisasi sehingga memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil serta ketahanan ekonomi yang lebih kuat.
Saat ini, proyek hilirisasi terus didorong agar dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik. Di industri pertanian, petani dapat mengolah hasil panen menjadi produk makanan siap saji.
Lalu, industri digital dapat menghasilkan perangkat lunak, perangkat keras, atau solusi digital bermanfaat lainnya bagi pelaku industri di Indonesia.
Contoh hilirisasi sangat terlihat di industri pertambangan serta minyak dan gas. Di industri pertambangan, bahan mentah seperti bijih nikel dapat diolah lebih lanjut menjadi produk turunan seperti stainless steel.
Sementara itu, minyak mentah hasil eksplorasi dapat diolah menjadi produk petrokimia, bahan bakar, atau bahan kimia yang selanjutnya diolah lagi oleh berbagai industri menjadi produk turunan, misalnya plastik dan pelumas di industri minyak dan gas.
Demikian informasi tentang hilirisasi yang dapat dipelajari. Hilirisasi adalah strategi optimal untuk meningkatkan nilai jual produk-produk di Indonesia serta memastikan roda perekonomian tetap berputar.
Hilirisasi juga meningkatkan daya saing, mengembangkan pasar domestik, dan mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik.





