5 Penyakit yang Sering Dialami saat Musim Kemarau, Waspada Kesehatan Menurun

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Kesehatan menjadi prioritas siapapun, terlebih kita pencari nafkah. Ada baiknya memahami cuaca dan menjaga pola hidup sehat, terutama saat musim kemarau.

Musim kemarau yang panjang dan kering berpotensi besar memicu berbagai masalah kesehatan akibat debu, kualitas udara buruk, serta keterbatasan air bersih karena kekeringan. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi menuturkan, musim kemarau esktrem mengakibatkan pasokan air bersih menurun sehingga kebersihan berkurang. 

Kondisi tersebut menjadikan virus, dan bakteri terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare.

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ucap Vini, dalam jabarprov, Senin (29/6).

Peningkatan suhu ekstrem juga memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. 

Berikut 5 Penyakit yang Sering Dialami saat Musim Kemarau, dirangkum dari berbagai sumber, antara lain: 

Penyakit di Musim Kemarau
Sumber :
  • Youtube hidup sehat tvone

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Ketika musim memarau masuk, angin kencang membawa debu, polusi, dan partikel kotoran yang melayang di udara. Ketika terhirup, partikel ini dapat mengiritasi saluran pernapasan. Akibatnya, banyak orang mengalami gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

2. Diare dan Gangguan Pencernaan

Penting juga dipahami kalau kemarau, sumber air bersih umumnya berkurang drastis. Kondisi ini memicu konsentrasi bakteri dan virus (seperti E. coli) meningkat pada air yang tersisa. 

Kurangnya air bersih untuk mencuci tangan atau peralatan makan membuat kuman dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan diare.

3. Dehidrasi dan Heatstroke

Kondisi ini tidak bisa disepelekan, karena 0aparan terik matahari yang menyengat meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan secara cepat melalui keringat. 

Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, Anda bisa mengalami dehidrasi. Pada tingkat yang parah, sengatan panas ekstrem dapat memicu heatstroke, yaitu kondisi medis darurat ketika suhu tubuh melonjak hingga di atas 40°C.

4. Penyakit Mata (Konjungtivitis)

Debu dan pasir yang beterbangan dengan mudah masuk ke mata jika Anda beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung. Hal ini menyebabkan mata menjadi merah, perih, gatal, dan berair akibat iritasi atau infeksi bakteri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Membayar Harga Stabilitas Rupiah?
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dony Sebut Pemangkasan BUMN Dapat Efisiensi Anggaran hingga Rp50 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
7 Orang jadi Tersangka Penyekapan Karyawan di Jakpus
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Perpres RANHAM Masih Berproses di Istana, Pemerintah Siapkan RANHAM Generasi Keenam dengan Sembilan Pilar Utama
• 37 menit lalupantau.com
thumb
Ini Sederet Tuntutan Roy Suryo dalam Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.