HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Toraja Utara maupun Tana Toraja. Selain sulit diperoleh, harga jual di tingkat pengecer juga melonjak tajam hingga berkisar Rp35 ribu sampai Rp50 ribu per tabung.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Toraja Utara menggelar pasar murah LPG 3 kilogram dengan menggandeng Agen Sinar Ratte sebagai mitra penyalur.
Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli elpiji 3 kilogram dengan harga sesuai HET, yakni Rp21 ribu per tabung. Pasar murah digelar di Lapangan Bakti, Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/6/2026).
Sebanyak 560 tabung elpiji disiapkan untuk masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi sehingga seluruh stok habis terjual hanya dalam waktu sekitar dua jam, mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WITA.
Untuk membeli gas bersubsidi tersebut, warga diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Setiap kepala keluarga dibatasi maksimal membeli dua tabung.
Pelaksanaan pasar murah sempat diwarnai adu mulut antarantrian karena masih ada warga yang tidak mematuhi aturan. Namun situasi kembali kondusif setelah petugas Disperindag bersama personel Satpol PP melakukan pengaturan di lokasi.
Disperindag menjelaskan harga penjualan mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan berdasarkan pembagian wilayah di Toraja Utara.
Rinciannya, HET untuk Zona I sebesar Rp20.500, Zona II Rp21.500, Zona III Rp22.500, dan Zona IV Rp24.500 per tabung.
Zona I meliputi Kecamatan Rantepao, Tallunglipu, Tondon, Sanggalangi, Kesu’, Sopai, dan Tikala. Zona II mencakup Kecamatan Nanggala, Buntao, Sesean, Sesean Suloara, Sa’dan, Balusu, serta Bangkelekila.
Sementara itu, Zona III terdiri atas Kecamatan Kapala Pitu, Rindingallo, dan Buntu Pepasan. Adapun Zona IV meliputi Kecamatan Rantebua, Baruppu, dan Awan Rantekarua.
Salah seorang petugas Disperindag menjelaskan harga jual di lapangan dibulatkan dari nominal Rp20.500 atau Rp21.500 menjadi Rp21 ribu atau Rp22 ribu untuk menyesuaikan biaya operasional pengangkutan.
Disperindag Toraja Utara memastikan pasar murah akan kembali digelar pada Selasa (30/6/2026) di Kecamatan Tallunglipu sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh elpiji bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan. (edy)





