HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memantik perbincangan luas di media sosial. Sosok yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad itu menjadi sorotan setelah warganet mempertanyakan latar belakang pendidikan maupun pengalaman profesionalnya di industri baja.
Nama Mufli ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengguna media sosial mengunggah informasi mengenai riwayat pendidikannya. Berdasarkan informasi yang beredar, Mufli merupakan lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung.
Ia juga diketahui pernah melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada 2012. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, pendidikan tersebut tidak diselesaikannya hingga lulus.
Unggahan mengenai pengangkatannya sebagai komisaris kemudian menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian mempertanyakan kesesuaian kompetensi Mufli dengan jabatan strategis di perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO.
“Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, diangkat jadi Komisaris PT Krakatau Posco tanpa perlu S1,” tulis @asmi pengguna media sosial Threads.
Komentar serupa juga datang dari pengguna lainnya yang menyoroti latar belakang pendidikan Mufli.
“Pendidikan D3, pengalaman asisten, tiba-tiba menjadi komisaris?” tulis akun @risna lainnya.
Perdebatan semakin berkembang karena PT Krakatau Posco merupakan salah satu perusahaan strategis nasional yang bergerak di sektor industri baja dengan kapasitas produksi mencapai jutaan ton per tahun.
Sebagian warganet menilai jabatan komisaris di perusahaan tersebut seharusnya diisi oleh figur yang memiliki rekam jejak panjang di bidang industri maupun tata kelola korporasi.
“Perusahaan ini mengelola aset negara strategis. Rakyat harus bekerja keras kuliah dan melewati berbagai tahapan seleksi, sementara orang dekat figur publik bisa langsung mendapat jabatan tinggi,” tulis seorang pengguna media sosial.
Selain pendidikan, pengalaman kerja Mufli juga menjadi perhatian publik. Beberapa komentar mempertanyakan rekam jejaknya di sektor industri baja maupun manufaktur.
“Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad yang diangkat jadi komisaris. Kuliahnya tidak lulus dan nol pengalaman di dunia industri,” tulis pengguna lainnya.
Hingga isu tersebut menjadi perbincangan luas, belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda terkait polemik yang berkembang di media sosial.
Sementara itu, pengangkatan komisaris pada perusahaan patungan BUMN pada dasarnya merupakan kewenangan pemegang saham sesuai mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku.





