Polisi menangkap dua pelaku dalam kasus pelemparan bom molotov di Jalan Mandiri II, Koja, Jakarta Utara. Keduanya diamankan empat hari setelah aksi tersebut viral di media sosial.
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Bima Sakti membenarkan penangkapan itu. Ia menyebut dua orang telah diamankan terkait kasus tersebut.
“Dua orang sudah diamankan,” kata Bima saat dikonfirmasi, Senin (29/6).
Bima mengatakan, dua pelaku itu ditangkap di lokasi berbeda. Keduanya diamankan pada Kamis (26/6), empat hari setelah kejadian.
“Betul, Di Cipinang dan di Cilincing. 22 Juni kejadian 26 Juni diamankan,” ujar dia.
Bima membenarkan salah satu pelaku yang ditangkap merupakan pelaku utama.
“Betul (pelaku utama),” ucap dia.
Sebelumnya, aksi pelemparan bom molotov ini viral usai rekaman CCTV peristiwa tersebut beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat pelaku melempar bom molotov dari arah belakang ke lokasi yang berada di pinggir jalan gang.
Bom molotov itu meledak di jalan dan api sempat menjalar. Saat kejadian, seorang ibu yang tengah mengendarai motor sambil membonceng anaknya kebetulan melintas di lokasi dan terjatuh.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto sebelumnya mengungkap polisi telah mengidentifikasi empat orang yang terlibat. M merupakan pelaku utama pelemparan, sementara tiga lainnya diduga ikut datang bersama pelaku.
“Yang lempar satu, tapi pada saat dateng itu dia bersama kawannya sekitar 3 orang. Yang melakukan pelemparan cuma satu,” kata Andry.
Polisi mengungkap aksi pelemparan itu dipicu motif cemburu. Pelaku berinisial M diduga cemburu terhadap mantan istrinya, R, yang telah memiliki pasangan baru berinisial U.
Menurut Andry, target serangan pelaku sebenarnya adalah U. Namun, bom molotov yang dilempar justru salah sasaran dan mengarah ke kerabat U berinisial K.
“Nyasar ke keluarganya U. Kan di video itu ada orang yang duduk megang hp kan, nah itu pamannya U, namanya K,” jelas Andry.
Andry menegaskan ibu dan anak yang melintas saat kejadian tidak memiliki kaitan apa pun dengan pelaku maupun target serangan. Keduanya hanya kebetulan berada di lokasi saat bom molotov dilempar.
“Jadi si ibu ini nggak kenal pelaku, nggak kenal semua,” tutur Andry.
Dalam peristiwa itu, tidak ada korban yang terkena langsung lemparan bom molotov. Namun ibu dan anak yang melintas sempat terjatuh akibat insiden tersebut.





