Eustaquio mengaku gol tersebut terasa sangat spesial karena ia merasakan seluruh rakyat Kanada ikut memberikan energi saat melepaskan tendangan penentu kemenangan.
"Saat saya menendang bola, rasanya semua orang ikut menendang bersama saya. Semua memberikan sedikit tenaga hingga akhirnya bola masuk ke gawang," ujar Eustaquio usai pertandingan. Gol Dramatis Antar Kanada Ukir Sejarah Pertandingan melawan Afrika Selatan berlangsung ketat di Stadion Los Angeles. Kanada mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Ketika laga diprediksi berlanjut ke babak tambahan waktu, Eustaquio muncul sebagai pembeda. Gelandang FC Porto tersebut melepaskan tendangan keras pada menit ke-92 yang gagal dihentikan kiper Ronwen Williams.
Gol itu bukan hanya memastikan kemenangan Kanada, tetapi juga menjadi kemenangan pertama negara tersebut di fase gugur Piala Dunia.
Atas penampilan gemilangnya, Eustaquio dinobatkan sebagai Superior Player of the Match.
Baca Juga :
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Eustaquio Antar Les Rouges ke Babak 16 BesarTidak Sadar Waktu Pertandingan Hampir Habis Eustaquio mengaku bahkan tidak mengetahui waktu pertandingan saat mencetak gol kemenangan.
"Stadion ini cukup sulit sehingga saya tidak bisa melihat waktu pertandingan. Saya hanya mencoba melihat jam ketika jeda minum untuk mengetahui berapa lama waktu tersisa. Saat mencetak gol, saya tahu pertandingan hampir selesai," katanya.
Gol Pertama Setelah Hampir Tiga Tahun
Gol ke gawang Afrika Selatan juga menjadi gol pertama Eustaquio untuk Timnas Kanada sejak akhir 2023.
Menariknya, seluruh empat gol internasional terakhirnya tercipta di Amerika Serikat. Tiga gol sebelumnya lahir pada ajang Piala Emas CONCACAF 2021.
Namun, menurut Eustaquio, gol ke gawang Afrika Selatan menjadi yang paling berharga sepanjang kariernya. Kanada Belum Puas Meski berhasil mengantar Kanada mencetak sejarah, Eustaquio menegaskan perjalanan timnya belum selesai.
Ia menyebut kepercayaan diri yang tumbuh sejak lolos dari fase grup menjadi modal utama Kanada menghadapi babak gugur.
"Di pertandingan knockout Piala Dunia, rasa percaya diri sangat penting. Sekarang kami akan menghadapi Maroko atau Belanda. Siapa tahu, jika kami bermain bagus, kami bisa kembali membuat kejutan," ujarnya. Kebersamaan Jadi Kunci Kanada Menurut pemain 29 tahun tersebut, kekompakan menjadi kekuatan terbesar Kanada di Piala Dunia 2026.
"Kami memiliki grup yang sangat spesial. Kami merasa seperti saudara. Ketika semua saling berjuang satu sama lain, hal-hal luar biasa bisa terjadi. Saya sangat bahagia, tetapi pekerjaan kami belum selesai," tutup Eustaquio.
Kanada kini tinggal menunggu pemenang laga Maroko kontra Belanda pada babak 32 besar. Apabila mampu mempertahankan performa impresifnya, bukan tidak mungkin skuat The Canucks kembali menghadirkan kejutan di Piala Dunia 2026.
Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





