Kepolisian masih mendalami dugaan adanya unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan seorang balita berinisial I (4) setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.
Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa korban.
AKP Ischak Kapolsek Tebet mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ischak dilansir dari Antara, Senin (29/6/2026).
Menurut Ischak, laporan mengenai kejadian tersebut diterima polisi pada Sabtu (27/6/2026) sekira pukul 23.40 WIB. Berdasarkan informasi awal, korban diduga terjatuh ke dalam lubang fondasi ketika bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek.
“Korban diketahui sebelumnya sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek, kemudian terjatuh ke dalam lubang pondasi dengan kedalaman sekitar 3,5-4 meter,” ujarnya.
Petugas melakukan evakuasi seorang balita berinisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/6/2026). Foto: Gulkarmat Jakarta SelatanSetelah menerima laporan, petugas bersama tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Upaya awal dilakukan secara manual dengan menurunkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, sempitnya ruang di lokasi membuat proses tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Puskesmas, RSUD Tebet, serta mendatangkan alat berat untuk mempercepat evakuasi korban.
“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSCM untuk penanganan medis,” kata Ischak.
Meski sempat berhasil dikeluarkan dari dalam lubang dalam kondisi hidup, korban akhirnya meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit.
Ischak menambahkan, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan karena menjadi kewenangan tim medis. Selain itu, keluarga korban memutuskan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Terkait penyebab meninggalnya korban, kami belum dapat menyampaikan karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” ujarnya. (ant/saf/ipg)




