JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di sejumlah wilayah perbatasan Kalimantan dan Papua, setelah 15 PLBN selesai dibangun pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian mengatakan, penambahan PLBN diperlukan karena fasilitas yang ada saat ini belum mencakup seluruh titik perbatasan strategis Indonesia dengan negara tetangga.
"Ya ini kan sementara baru 15, kita masih perlu lagi di perbatasan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur ada satu titik yang berbatasan dengan Sarawak, kemudian di Kalimantan Utara ya ada masih ada lagi seperti Long Nawang, kemudian Long Midang," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca juga: Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal
Selain di Kalimantan, pemerintah juga akan menambah PLBN di wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.
Menurut Tito, saat ini PLBN di perbatasan Papua baru terdapat di Skouw, Yetetkun, dan Sota.
Sementara itu, sejumlah kawasan lain misalnya wilayah Papua Pegunungan, masih membutuhkan fasilitas serupa.
"Kemudian yang di perbatasan Papua Nugini itu kan panjang hampir 800 kilometer, sementara yang baru ada ini kan di Skouw kemudian Yetetkun sama Sota. Yang Pegunungan Bintang belum ada, yang di Keerom belum ada, perlu ada di situ juga," kata Tito.
Baca juga: PLBN di Keerom Papua Dibangun pada 2027, Apa Itu?
Selain membangun PLBN, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan, terutama yang berbatasan dengan Malaysia dan Papua Nugini.
Menurut Tito, pembangunan jalan akan memudahkan patroli keamanan, distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
"Malaysia. Kalau menurut saya Malaysia sama Papua Nugini. Dengan Malaysia di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, sama Kalimantan Timur sedikit itu ada, dan kemudian dengan PNG itu terutama Pegunungan Bintang, di Keerom, Boven Digoel," kata Tito.
Dia bahkan berharap agar ke depannya setiap PLBN memiliki infrastruktur jalan yang menghubungkan satu pos ke pos lainnya.
"Bagus kalau bisa dibangun jalan karena ini nanti untuk buat patroli, buat logistik, ekonomi itu akan bangkit," pungkas Tito.
Pembangunan perbatasan era Jokowi.Untuk diketahui, rencana penambahan PLBN tersebut adalah kelanjutan dari pembangunan kawasan perbatasan yang telah dilakukan pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo.
Selama periode 2015-2024, pemerintah membangun 15 PLBN terpadu.
Sebanyak tujuh PLBN dibangun pada periode 2015-2019, sedangkan delapan PLBN lainnya dibangun pada periode 2020-2024.





