BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah sopir angkot di Kota Bogor kembali menggeruduk kantor Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menuntut penonaktifan bus stop BisKita Transpakuan, Senin (29/6/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, angkot trayek 21 itu berjejer di Jalan Raya Tajur di depan kantor Dishub Kota Bogor.
Di antara itu, terdapat salah satu angkot yang dicoret menggunakan pilok dengan bertuliskan 'Menolak Punah' pada bagian bodi mobil.
Baca juga: Warga Keluhkan Macet di Stasiun Bekasi gara-gara Angkot Ngetem hingga PKL
Selain itu, para sopir angkot itu memasuki area kantor Dishub untuk bertemu petugas dan menyampaikan tuntutan terkait penonaktifan bus stop.
Salah satu massa aksi, Tono mengatakan, para sopir angkot meminta dua bus stop dinonaktifkan karena pendapatannya yang berkurang.
Semenjak ada bus stop, ia sudah tidak pernah merasakan angkotnya terisi penuh oleh penumpang.
"Makanya sewa angkot itu berkurang jauh, jauh. Dari pagi sampai siang rasanya belum pernah penuh ngerasain. Paling banyak saya empat orang, lima orang," kata Tono di Jalan Raya Tajur, Senin.
Sementara itu, Aep mengalami kendala serupa seperti Tono karena angkotnya tidak pernah terisi penuh oleh penumpang semenjak ada bus stop.
Ia sudah menyampaikan tuntutan serupa di kantor Dishub Kota Bogor, Kamis (18/6/2026) lalu.
Semenjak ada bus stop untuk BisKita Transpakuan, Aep memperoleh pendapatan lebih dari Rp 100.000 dari pagi hingga sore hari.
Baca juga: Puluhan Sopir Angkot Geruduk Kantor Dishub Bogor, Protes Operasional BisKita Transpakuan
Namun, semenjak ada bus stop, penumpang angkotnya beralih menggunakan BisKita Transpakuan yang membuat pendapatan menutun.
"Jadi mobil BisKita itu, dari Ciawi sudah penuh, sudah habis sama BisKita, karena pengaruh dari bus stop itu," jelas Aep.
Apabila Dishub Kota Bogor tidak memenuhi tuntutan, para sopir akan tetap berdiam diri di kantor Dishub sampai bus stop dicopot.
"Seandainya perhari ini belum ada keputusan, kita masih tetap di sini. Mobil enggak boleh narik, pengemudi juga enggak boleh tulang. Semuanya (sopir) sudah sepakat," ujar dia.
Dishub nonaktifkan 2 bus stopKepala Bidang Angkutan, Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, para sopir angkot menuntut penonaktifan bus stop yang sudah dipasang sejak April 2026.
Penuntutuan itu didasari adanya penurunan pendapatan para sopir karena tersedianya bus stop di jalur Ciawi sampai Sukasari.
Baca juga: BisKita Transpakuan Bogor Perbarui Rute, Cek 4 Koridor Lengkapnya
"Tadi sudah dicapai kesepakatan untuk dua titik bus stop ini untuk kita nonaktifkan dulu, selain daripada untuk menjaga kondusifisitas di lapangan, kita juga menampung aspirasi daripada rekan-rekan pengemudi," jelas Dody kepada wartawan di Jalan Raya Tajur, pada Senin.
Dua bus stop yang dinonaktifan itu berada di Ciawi menuju Sukasari, tepatnya di Jalan Wangin dan di depan Mall Boxies.
"Itu yang pertama adalah di Wangun dan di Boxies. Tapi tidak semua, karena sekarang ini kan berhadapan-hadapan, jadi hanya dari sisi sebelah kanan (arah Bogor)," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




