Mari Elka Pangestu Tekankan Stabilitas Makro Jadi Prioritas, Confidence Harus Dijaga

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa menjaga stabilitas makroekonomi menjadi prioritas utama dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian global. Di saat yang sama, pemerintah juga perlu menjaga confidence dan trust agar ekonomi nasional tetap resilien.

Dia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih membaik. Namun, pelemahan rupiah tercatat lebih dalam dibandingkan dengan mata uang negara-negara selevel (peers). Menurutnya, menjaga kepercayaan pasar tidak terlepas dari kebijakan yang diambil oleh setiap lembaga yang berwenang.

"Berarti kita juga harus mewaspadai bagaimana menjaga isu confidence dan trust, dan itu tidak tentu terlepas dari kaitannya dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh masing-masing lembaga yang bertanggung jawab secara teknis untuk melakukan hal itu," katanya saat konferensi pers di Gedung Nusantara III DPR RI, Senin (29/6/2026).

Mari menjelaskan bahwa setiap kementerian dan lembaga menghadapi tantangan masing-masing di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak merespons dinamika tersebut secara tepat dan terkoordinasi.

Dia menambahkan, terdapat kesepahaman bahwa prioritas utama dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas makroekonomi. Hal ini dinilai penting mengingat dampak ketidakpastian global, seperti kenaikan harga minyak, telah memicu tekanan inflasi yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.

"Kita sudah melihat dampak dari ketidakpastian global, misalnya harga minyak meningkat dan dampaknya kepada inflasi yang sudah memengaruhi inflasi dan daya beli di masyarakat, sehingga ini menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan makro," tuturnya.

Baca Juga

  • DEN Dorong BI dan Kemenkeu Perkuat Lagi Sinergi Jaga Stabilitas Makro hingga Fiskal
  • Anak Buah Luhut di DEN Hingga Bos BI Lapor ke Waka DPR Soal Permasalahan Ekonomi

Oleh karena itu, lanjutnya, pembahasan difokuskan pada langkah-langkah yang perlu ditempuh melalui kebijakan fiskal maupun moneter, termasuk memperkuat koordinasi antara kedua instrumen tersebut guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Senada dengan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan BI akan menyiapkan kebijakan jangka pendek untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Menurut dia, fokus kebijakan tersebut adalah menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas. Untuk itu, BI telah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin.

"Sehingga sekarang berada di posisi 5,75%. Dan yang terjadi kemudian adalah repricing atau penyesuaian harga, baik itu untuk instrumen yang diterbitkan oleh Bank Indonesia ataupun oleh pemerintah, yaitu SRBI dan SBN," jelasnya.

Dia menyebut sepanjang Juni terjadi inflow yang cukup signifikan. Secara year to date (YtD), dari Januari hingga akhir Juni, arus masuk dana ke portofolio SBN dan SRBI telah mencapai sekitar US$9 miliar.

Selain itu, Destry menegaskan BI terus menjaga likuiditas di pasar melalui berbagai instrumen yang dimiliki. Hingga akhir Mei, BI telah melakukan ekspansi likuiditas moneter sekitar Rp600 triliun.

"Maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp1.000 triliun, khusus itu untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas kita," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Media Sosial Jadi Sarana Pasarkan Narkoba di Cianjur, Modus Baru yang Sulit Dilacak
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Confirmation Bias: Kita Percaya karena Benar, atau Karena Ingin Benar?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Mari Elka Pangestu Tekankan Stabilitas Makro Jadi Prioritas, Confidence Harus Dijaga
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Komarudin PDIP: Dia Sudah Masa Lalu
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Sidang Praperadilan: Roy Suryo Minta Penggeledahan-Penangkapan Polisi Tak Sah
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.