Kesehatan Mata Jadi Investasi Penting di Era Longevity

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) – Meningkatnya angka harapan hidup (AHH) masyarakat Indonesia mendorong perubahan cara pandang terhadap kesehatan. Jika sebelumnya masyarakat lebih fokus pada panjang usia (lifespan), kini perhatian mulai bergeser pada bagaimana menjalani hidup yang sehat, aktif, dan produktif dalam jangka panjang atau yang dikenal dengan konsep longevity.

Di tengah meningkatnya kesadaran tersebut, kesehatan mata dinilai masih menjadi salah satu aspek yang sering terabaikan. Padahal, kualitas penglihatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan menjaga kualitas hidup, terutama seiring bertambahnya usia.

Dokter Spesialis Mata dari Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, mengatakan bahwa tantangan kesehatan mata saat ini semakin kompleks. Selain presbiopia atau mata tua yang terjadi secara alami akibat proses penuaan, gangguan refraksi seperti miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

“Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai atau membaca dalam durasi yang panjang. Kondisi ini membuat mata terus bekerja dalam jarak dekat dan lebih rentan mengalami kelelahan maupun gangguan refraksi,” ujarnya dalam sebuah diskusi mengenai kesehatan mata di Jakarta.

Menurut Zoraya, gangguan penglihatan tidak hanya memengaruhi kemampuan melihat, tetapi juga dapat berdampak pada kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup seseorang. Karena itu, menjaga kesehatan mata perlu menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup di era longevity.

Pandangan serupa disampaikan President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, yang menilai kesehatan mata merupakan salah satu fondasi penting untuk mendukung masyarakat tetap aktif dan produktif sepanjang usia.

“Ketika masyarakat semakin fokus pada kualitas hidup yang sehat dan produktif, kesehatan mata menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan karena berpengaruh besar terhadap aktivitas sehari-hari,” kata Navin.

Seiring perkembangan teknologi medis, pilihan penanganan gangguan penglihatan kini juga semakin beragam. Berbagai prosedur koreksi penglihatan modern hadir untuk membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu penglihatan, baik untuk kasus rabun jauh, silinder, maupun presbiopia.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Gia Pratama, mengatakan kualitas penglihatan yang baik memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan dan produktivitas, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

“Penglihatan yang optimal membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman dan praktis. Pada akhirnya, hal tersebut turut mendukung kualitas hidup secara keseluruhan,” ujarnya.

Para ahli menilai bahwa di tengah meningkatnya angka harapan hidup, investasi kesehatan tidak lagi hanya berkaitan dengan pencegahan penyakit, tetapi juga mencakup upaya menjaga fungsi tubuh, termasuk kesehatan mata, agar masyarakat dapat tetap menjalani hidup secara aktif dan berkualitas hingga usia lanjut.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemarau Diprediksi Menguat, BPBD Indramayu Siagakan Pasokan Air Bersih
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 29 Juni 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Soal Hero OP! 9 Analisis Alasan Banyak Player Mobile Legends Gagal Keluar dari Rank Epic
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Puncak El Nino Diprediksi Akhir 2026, BNPB Bangun 109 Sumur Bor dan Siapkan OMC
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gol Injury Time Eustáquio Antar Kanada ke 16 Besar Piala Dunia 2026
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.