MSCI tidak lagi berfokus pada kebijakan baru, melainkan pada konsistensi implementasi berbagai agenda transformasi yang telah dijalankan BEI.
IDXChannel - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan, agenda transformasi pasar modal terus berjalan menjelang Market Classification Review MSCI pada November 2026.
Menurut Jeffrey, MSCI tidak lagi berfokus pada kebijakan baru, melainkan pada konsistensi implementasi berbagai agenda transformasi yang telah dijalankan BEI.
"Kalau kita membaca pengumuman MSCI terakhir, yang ditunggu adalah konsistensi dari apa yang sudah dilakukan. MSCI sudah memberikan apresiasi bahwa kebijakan itu sudah in the right direction. Yang ditunggu sekarang adalah konsistensinya," ujar Jeffrey di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).
Dia menegaskan, BEI akan menjalankan empat agenda transformasi pasar modal secara konsisten yakni penyediaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen kepada publik, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC).
Lalu penguatan granularitas klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI menjadi 39 kategori, dan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui revisi Peraturan BEI Nomor I-A.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, terhadap pasar modal Indonesia.
"Transparansi data akan terus kami sampaikan kepada publik. Pemenuhan ketentuan free float akan terus kami kawal secara konsisten. Kami juga akan terus melakukan screening terhadap saham-saham yang memiliki potensi konsentrasi kepemilikan tinggi," katanya.
Jeffrey menilai, pemulihan kepercayaan investor asing menjadi salah satu kunci pengembangan pasar modal ke depan. Menurutnya, peningkatan likuiditas pasar tidak dapat hanya mengandalkan investor domestik.
"Reformasi yang kami lakukan bertujuan menumbuhkan kembali kepercayaan investor global untuk kembali berinvestasi di Indonesia. Dengan begitu, investor asing, investor institusi domestik, dan investor ritel dapat bersama-sama menciptakan dinamika pasar yang lebih sehat," katanya.
(DESI ANGRIANI)




