JAKARTA, KOMPAS – Pemburu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP masih berpeluang untuk mendaftar di tahap kedua yang dibukai mula Selasa (30/6/2026) hingga akhir Juli 2026 nanti. Namun, peluang tembus beasiswa LPDP untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri semakin terbuka bagi peminat bidang Sains, Teknologi, Engineering/Teknik, dan Matematika alias STEM industri strategis pemerintah yang kuotanya ditargetkan minimal 80 persen.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal di Jakarta, Senin (29/6/2026), mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Beasiswa LPDP terus meningkat. Pada penyelenggaraan Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total pendaftar sebesar 32.794 peserta.
“Capaian ini melanjutkan tren peningkatan minat masyarakat terhadap program beasiswa LPDP sebesar 33,22 persen dibandingkan tahun 2025. Beasiswa LPDP bersumber dari dana publik, sehingga setiap penerima memiliki tanggung jawab untuk kembali dan berkontribusi memberikan manfaat kepada bangsa,” kata Yon.
Di tahun 2026, sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa yang totalnya berkisar 4.000–5.000 beasiswa/tahun difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis. Sisanya, makismal 20 persen dialokasikan bagi bidang SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics) sebagai bagian dari pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan.
Yon memaparkan, bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor. Ditambah kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju. Selain itu, kewirausahaan dan industri kreatif.
“Kami mendorong sektor privat terutama yang bergerak di bidang wirausaha untuk menyambut peluang ini. Saat ini, jumlahnya belum cukup besar,” kata Yon.
Yon menyebutkan, peningkatan pendaftar bidang STEM semakin meningkat. Di tahun 2025 pendaftar mencapai 66-69 persen, lalu di tahun 2026 ini mencapai 74 persen. LPDP menargetkan minimal 80 persen ke STEM dan STEM related.
Beasiswa LPDP bidang STEM-related meliputi bisnis dan ekonomi, hukum, dan kebijakan publik yang mendukung bidang industri strategis. Sementara itu, bidang SHARE tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat aspek sosial, kebijakan publik, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga keagamaan yang menopang pembangunan nasional.
Sebelumnya di acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026, Presiden Prabowo Subianto mengatakan para talenta intelektual Indonesia dibutuhkan untuk mendukung pembangunan bangsa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, sepanjang sejarah peradaban manusia, perubahan besar selalu ditentukan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, yang tampil sebagai salah satu pembicara di KSTI, mengatakan investasi strategis harus diarahkan untuk membangun kemampuan teknologi nasional, mulai dari riset, pengembangan produk, hingga industrialisasi. “Investasi perlu diarahkan untuk membangun kemampuan teknologi nasional, agar industri Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi kapasitas, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah dan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujar Sigit.
Menurut Yon, LPDP tetap melanjutkan komitmen inklusivitas dengan tetap menaruh perhatian besar kepada penerima afirmasi. Kebijakan afirmasi memberikan prioritas kepada anak-anak terbaik bangsa di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) dengan memberikan kemudahan prioritas.
“Kami juga mengoptimalkan beasiswa LPDP dengan co-founding yang bekerja sama dengan kampus maupun negara. Cara ini untuk semakin menambah peluang bagi talenta terbaik bangsa untuk mendapatkan pendidikan tinggi terbaik dengan pembiayaan bersama LPDP dengan mitra kampus ataupun negara lain,” kata Yon.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan, melanjutkan program pada tahap I, Beasiswa LPDP Tahap II menyediakan dua program utama yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE. Selain itu, LPDP juga membuka kembali program Beasiswa Akselerasi pada universitas unggulan, program kerja sama khusus seperti beasiswa keolahragaan, dan Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.
“Untuk pendaftaran tahap kedua terdapat banyak perubahan ketentuan yang bersifat menguntungkan bagi para pendaftar,” kata Dwi.
Untuk persyaratan sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris bagi pendaftar, mulai tahap kedua tahun ini, antara lain bagi yang telah memiliki Letter of Acceptance ( LoA) Unconditional, tidak wajib sertifikat bahasa. Adapun pendaftar yang belum memiliki LoA Unconditional, LPDP memberikan penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
Dwi menambahkan, perubahan lainnya yakni pembaharuan daftar perguruan tinggi tujuan yakni penambahan Universitas Unggulan dari sebelumnya 17 universitas unggulan untuk seluruh program studi, menjadi 31 universitas unggulan yang terdiri dari 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus program studi STEM. Selain itu, pembaruan daftar perguruan tinggi tujuan dalam negeri, luar negeri, double/joint degree untuk beasiswa STEM Industri Strategis dan SHARE serta pembaruan daftar perguruan tinggi tujuan untuk Beasiswa Keolahragaan.
“Beasiswa LPDP terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat. Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dapat dilakukan melalui laman resmi LPDP sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Dwi.
Yon memaparkan, sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp 180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan investasi pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Sejak mulai beroperasi pada 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima Beasiswa LPDP, terdiri atas program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar. Dari jumlah tersebut, 34.334 orang telah menjadi alumni, sementara 18.728 orang masih menjalani studi di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
“Secara keseluruhan, melalui berbagai program kolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga, LPDP telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586.000 peserta program non-degree, sekaligus mendanai ribuan proyek riset, penguatan perguruan tinggi, dan pemajuan kebudayaan,” jelas Yon.





