Isu 2 Desa Indonesia Masuk Malaysia, Ini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Isu 2 Desa Indonesia Masuk Malaysia, Ini Penjelasan Mendagri Tito KarnavianNasional | okezone | Senin, 29 Juni 2026 - 17:54Dengarkan Berita

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait informasi adanya dua desa di Indonesia yang dikabarkan masuk ke dalam wilayah Malaysia. Menurut Tito, informasi tersebut tidak tepat karena hanya sebagian tanah dari desa tersebut yang masuk ke wilayah Negeri Jiran.

"Inilah yang mungkin menjadi isu kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia. Bukan seperti itu. Yang ada adalah ada bagian tanah dari desa itu yang masuk Malaysia," kata Tito dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI, Senin (29/6/2026).

Meski begitu, Tito berkata, luasan tanah desa tersebut jauh lebih banyak yang masuk ke wilayah Indonesia dibandingkan dengan yang ke wilayah Malaysia.

"Jadi kita sebetulnya diuntungkan," terang Tito.

Mantan Kapolri itu juga memaparkan hasil penyelesaian sejumlah segmen batas darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan berdasarkan dua nota kesepahaman (MoU). Di Pulau Sebatik, kata dia, disepakati lahan seluas 127,3 hektare berada di sisi Indonesia dan 4,9 hektare berada di sisi Malaysia.

Baca Juga:Majelis Etik Ungkap Bobroknya Kepemimpinan Ombudsman Periode 2021–2026

Sementara itu, di segmen Sungai Simantipal, seluruh wilayah seluas 5.700 hektare disepakati masuk ke wilayah Indonesia.

Adapun di segmen Sungai Sinapat dan B2700–B3100, disepakati lahan seluas 5.207 hektare berada di sisi Indonesia dan 778 hektare berada di sisi Malaysia. Sementara itu, pada segmen C500 dan C600, lahan seluas 405 hektare disepakati berada di sisi Malaysia.

 

Tito menekankan, persoalan batas wilayah tersebut adalah masalah lama yang berakar dari penetapan batas antara pemerintah kolonial Belanda dan Inggris. Pada masa lalu, batas wilayah tersebut hanya dituangkan di atas peta tanpa patokan yang jelas di dunia nyata.

"Ini yang mungkin mohon maaf yang memang problem lama karena Malaysia dengan Belanda dan Inggris membagi Pulau Sebatik dan beberapa Sungai Sinapat dan Simantipal tadi itu hanya di peta, sedangkan di lapangannya tidak," kata dia.

Akibatnya, batas negara di lapangan menjadi tidak jelas. Bahkan, dijumpai ada rumah warga yang sebagian bangunannya berada di Indonesia, sementara sisa ruangan lainnya berada di teritorial Malaysia.

Baca Juga:105 Pelaku Begal Ditangkap, Polda Jateng: Tembak di Tembak jika Melawan!

"Ternyata yang terjadi di lapangan kita lihat, yang sudah berkunjung saya kira tahu bahwa lintas batasnya tidak jelas, tapal batas tidak jelas. Ada rumah-rumah yang bahkan sebagian bagian depannya atau bagian belakangnya milik Indonesia, sebagiannya lagi adalah berada di Malaysia," tutur Tito.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teka-teki Pemain Baru Inter Milan: Solet Masih Abu-Abu, Gelandang Liverpool Jadi Incaran Serius
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Eks Blueray Menyesal Menyuap Pejabat Bea Cukai: Cuma Laksanakan Perintah
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Hong Myung-bo mundur usai gagal bawa timnas Korea Selatan ke 32 besar
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Preview Brasil vs Jepang: Ancelotti Minta Performa Terbaik, Samurai Biru Siap Ladeni
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo: Kebebasan Akademik Harus Dijaga, Jangan Melebar ke Hal Lain | SAPA MALAM
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.