Dapat Dukungan Komisi II DPR RI, Mendagri Tito Jabarkan Urgensi Penguatan Wilayah Perbatasan

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), mengapresiasi dukungan Komisi II DPR RI dalam upaya memperkuat pengelolaan wilayah perbatasan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat kompleksitas persoalan yang dihadapi di kawasan perbatasan.

"Nah dari Komisi II saya menyampaikan apresiasi yang tinggi. Kenapa? Karena mereka membentuk tim, tim khusus namanya Panja, Panitia Kerja," ujar Mendagri kepada awak media usai menghadiri Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat DPR RI dengan agenda pembahasan hasil kunjungan Panja Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Mendagri menjelaskan, Tim Panja Komisi II DPR RI telah meninjau sejumlah titik di wilayah perbatasan Indonesia. Dari hasil peninjauan tersebut, tim menemukan berbagai tantangan yang masih membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga menegaskan pentingnya keberadaan BNPP sebagai badan yang mengoordinasikan penyelesaian berbagai persoalan di wilayah perbatasan. Peran tersebut mencakup penyelesaian sengketa batas negara hingga percepatan pembangunan kawasan perbatasan. Menurutnya, pembangunan yang merata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.

“Kalau negara di perbatasan makmur, masyarakatnya sejahtera, nasionalisme tinggi, ya kan susah diinfiltrasi oleh negara lain,” kata dia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah perbatasan yang sangat kompleks, baik di darat maupun di laut. Untuk perbatasan darat, Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Adapun di laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara.

Mengingat besarnya peran tersebut, lanjut Mendagri, Komisi II DPR RI mengusulkan agar BNPP memiliki kewenangan yang lebih imperatif. Menurutnya, fungsi koordinasi yang selama ini diemban BNPP kerap menghadapi tantangan karena masing-masing kementerian/lembaga memiliki fokus dan kewenangan tersendiri.

“Karena lembaga koordinatif itu enggak gampang, kita harus mengkoordinasikan yang setara Kementerian/Lembaga yang setara, juga pemerintah daerah,” sambung Mendagri.

Di sisi lain, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Mendagri menegaskan bahwa kolaborasi antarkementerian/lembaga dan seluruh pihak terkait menjadi kunci percepatan pembangunan wilayah perbatasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajukan Praperadilan, Kubu Roy Suryo: Kami Tidak Mengulur-ulur Waktu
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Persija Perpanjang Kontrak Jebolan Timnas Indonesia U-20 yang Ingin Rebut Hati Shin Tae-yong
• 6 jam lalubola.com
thumb
Tak Sekali Dua Kali, Taufik Hidayat dan Korban Penyekapan di Bandung Sering Pindah Tempat Tinggal Selama Menjalin Hubungan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kontrak Berjangka Wall Street Naik usai AS-Iran Sepakat Hentikan Serangan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Merdeka (MDKA) Raih Laba di Kuartal I-2026, Margin Emas dan Nikel Membaik
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.