Mengenal Sosok dan Latar Pendidikan dr Icha, Dokter Muda yang Meninggal Diduga karena Diintimidasi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepergian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha menjadi perhatian luas masyarakat. Dokter muda yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), itu meninggal dunia pada 26 Juni 2026. Kasus ini menjadi sorotan karena keluarga menduga mendiang anaknya mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi yang berkaitan dengan penanganan seorang pasien.

Hingga kini, dugaan tersebut masih didalami oleh aparat kepolisian. Sejumlah pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, turut memberikan perhatian serius untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.

Baca Juga :
Buntut Kasus Tewasnya dr Icha, Bupati TTU Ambil Langkah Tegas Bekukan Izin RS Leona
Sebelum Meninggal, dr Icha Sebut Tak Ingin Ada Korban Arogansi Penguasa Lokal Lagi: Cukup Saya Saja
Sosok dr. Icha yang Dikenal Berdedikasi

dr. Icha memiliki nama lengkap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni. Ia lahir pada 21 Juli 1998 dan meninggal dunia pada usia 27 tahun. 

Ia menempuh pendidikan Program Profesi Dokter di Universitas Nusa Cendana (Undana), berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Dr. Icha menyelesaikan pendidikan profesinya pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023 sebelum akhirnya mengabdikan diri sebagai dokter di RS Leona Kefamenanu.

Sebagai dokter muda, dr. Icha dikenal menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah Timor Tengah Utara, daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan medis.

Namanya kemudian menjadi perhatian publik setelah kabar wafatnya dikaitkan dengan dugaan intimidasi yang disebut dialaminya usai menangani pasien anak korban gigitan ular hijau.

Dugaan Intimidasi Masih Didalami Polisi

Kasus ini bermula dari penanganan seorang pasien anak yang mengalami gigitan ular hijau di RS Leona Kefamenanu. Berdasarkan keterangan keluarga, dr. Icha diduga mendapat tekanan setelah memberikan penanganan medis terhadap pasien tersebut.

Keluarga menyebut tekanan itu berdampak besar terhadap kondisi psikologis almarhumah hingga akhirnya harus menjalani perawatan sebelum ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang pada Jumat, 26 Juni 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Timor Tengah Utara kini masih melakukan penyelidikan. Penyidik mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengetahui secara utuh kronologi peristiwa.

Polisi juga berencana meminta keterangan tenaga kesehatan yang bertugas bersama dr. Icha saat kejadian di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain itu, tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang disebut dalam laporan keluarga juga dijadwalkan dimintai klarifikasi.

Baca Juga :
PDIP Siapkan Sanksi Pemecatan Jika Kadernya Terbukti Intimidasi dr Icha
Oknum Anggota DPRD Diduga Gunakan Jabatannya Sebagai Senjata untuk Mengintimidasi dr Icha
Anggota DPRD Diduga Intimidasi dr Icha Segera Ditertibkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Makassar Tanggung Biaya Sekolah Siswa Tak Lolos SPMB, Ini Daftar 55 SMP Swasta Siap Menampung
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus Pelemparan Molotov di Jakut
• 2 jam lalukompas.com
thumb
BPOM dan Kemendikdasmen Luncurkan Gebyar SAPA Sekolah untuk Perkuat Budaya Keamanan Pangan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Pemuda 20 Tahun Dilaporkan Tenggelam, Diduga Kelelahan saat Menyeberangi Sungai Ogan
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Pram: Perpanjangan LRT Jakarta ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.