jpnn.com, OGAN ILIR - Seorang pemuda bernama Wili (20) warga Desa Seri Dalam, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir dilaporkan tenggelam di Kecamatan Sungai Pinang.
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga orang temannya sedang duduk di tepi sungai sambil melihat warga yang sedang memancing.
BACA JUGA: Cari Pemuda Hanyut, Tim SAR Sisir Sungai Ogan
Selanjutnya korban bersama rekannya sepakat untuk berenang menyeberangi sungai dari Desa Seri Dalam menuju Desa Sungai Pinang I.
Setelah tiba di tepi sungai Desa Sungai Pinang I, keempatnya bermain dan beristirahat di sekitar lokasi hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, mereka berencana kembali menyeberangi sungai dari Desa Sungai Pinang I menuju Desa Seri Dalam untuk pulang ke rumah masing-masing.
BACA JUGA: Kabur Lewat Jendela, Bandar Sabu-Sabu Tewas Terseret Arus Sungai Musi
Namun, saat berada di tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan kehabisan napas sehingga meminta pertolongan kepada teman-temannya. Melihat kejadian tersebut, ketiga teman korban berupaya memberikan bantuan. Akan tetapi, derasnya arus sungai membuat ketiganya juga mengalami kesulitan berenang dan kehabisan tenaga sehingga tidak mampu menyelamatkan korban. Korban kemudian terseret arus dan tenggelam.
Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD dan Masyarakat melaksanakan pencarian dengan metode penyisiran secara visual di atas permukaan air dengan luas area pencarian mencapai 10 km menggunakan perahu karet milik tim SAR serta perahu masyarakat setempat.
BACA JUGA: Buron Berbulan-bulan, Tersangka Kasus Perampokan & Pembunuhan Petani di Sungai Are Diringkus
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menerangkan untuk memaksimalkan pencarian tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
"SRU 1 melakukan pencarian ke arah barat laut dengan luas area pencarian sekitar 6 km sedangkan SRU 2 melakukan pencarian ke arah barat daya dengan luas area pencarian sekitar 4 km," terang Raymond, Senin (29/6).
Pihaknya juga melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir sungai guna mempercepat proses penemuan korban apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Melalui kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di perairan, terutama saat berenang atau menyeberangi sungai dengan arus yang deras.
"Pastikan kondisi fisik dalam keadaan baik, gunakan alat keselamatan apabila tersedia, serta hindari melakukan aktivitas di sungai ketika kondisi arus sedang tinggi atau berbahaya," pesan Raymond.
Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan apabila menemukan kondisi kedaruratan atau kecelakaan yang membutuhkan pertolongan melalui layanan Emergency Call 115 Basarnas yang dapat diakses selama 24 jam secara gratis. (mcr35/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Batanghari
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Cuci Hati




