Studi: Kinerja dan Manajemen Risiko Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Perbankan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kinerja perusahaan menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Diikuti kecepatan organisasi, pengelolaan risiko, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan.

Temuan tersebut merupakan hasil disertasi praktisi perbankan Abiwodo yang mengantarkannya meraih gelar Doktor pada Program Kajian Strategik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI).

Dalam sidang promosi doktor di Kampus UI Salemba, Jakarta, Abiwodo mempresentasikan disertasi berjudul Pengaruh Regulasi, Adaptasi, Aset, dan Kecepatan terhadap Ketahanan Bank yang Dimediasi oleh Kinerja Perusahaan dan Risiko (Studi Kasus pada Bank Himbara).

"Industri perbankan saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Ketahanan bank tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan organisasi beradaptasi, merespons perubahan, serta mengelola risiko secara efektif," kata Abiwodo dalam pemaparannya yang dikutip, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga :

KB Bank Perkuat Fundamental Bisnis di Tengah Tantangan Industri Perbankan
 
 
Penelitian tersebut mengulas pengaruh regulasi, kemampuan adaptasi organisasi, kekuatan aset, serta kecepatan pengambilan keputusan terhadap ketahanan bank dengan mempertimbangkan peran kinerja perusahaan dan pengelolaan risiko sebagai variabel mediasi.

Riset dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 333 responden yang berasal dari jajaran pimpinan manajerial Bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).


Abiwodo meraih gelar Doktor pada Program Kajian Strategik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI). Dokumentasi/ istimewa.

Hasil penelitian menunjukkan kinerja perusahaan menjadi faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap ketahanan bank. Faktor tersebut kemudian diikuti oleh kecepatan organisasi, pengelolaan risiko, serta kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan.

Selain itu, penelitian juga menemukan pengaruh kecepatan organisasi terhadap ketahanan bank semakin kuat apabila didukung sistem manajemen risiko yang baik. Regulasi dan kekuatan aset juga terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan perbankan melalui peningkatan kinerja perusahaan maupun penguatan pengelolaan risiko.

Menurut Abiwodo, temuan tersebut memberikan perspektif strategi memperkuat ketahanan bank perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bertumpu pada aspek permodalan.

“Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan ekonomi global, transformasi digital, serta perubahan regulasi, bank perlu membangun organisasi yang lebih adaptif, cepat mengambil keputusan, dan memiliki sistem manajemen risiko yang kuat agar mampu menjaga keberlanjutan bisnis,” jelas dia.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi regulator, pelaku industri perbankan, maupun kalangan akademisi dalam merumuskan strategi peningkatan daya tahan sektor keuangan nasional.

Dengan keberhasilan tersebut, Abiwodo berharap hasil risetnya tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat menjadi masukan bagi penguatan industri perbankan nasional agar semakin resilien dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpar Perkuat Ekosistem Halal Global Lewat Wisata Ramah Muslim
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Makna Logo HUT ke-81 RI Karya Fajar Novaryo, Desainer Asal Padang
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Respons Istana soal Pernyataan Prabowo Tegaskan Kebebasan Akademik Bagi Kampus
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Open Day 2026 Universitas Esa Unggul Bekasi, Buka Jalan Menuju Pendidikan Berstandar Global
• 11 jam laludisway.id
thumb
Toyota yakin industri otomotif RI punya daya tahan kuat
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.