Ada Aturan Khusus untuk Jastip dan Reseller BBW, Penyelenggara Pastikan Kenyamanan Pengunjung

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) akan digelar di Kota Semarang pada 9—19 Juli 2026, bertempat di The Suri Ballroom. Lebih dari 1 juta buku akan dijajakan dalam acara tersebut dan penyelenggara menyatakan akan memberikan ketentuan khusus bagi jasa titip dan reseller.

Andri Suharyono, Public Relations of Big Bad Wolf Books Indonesia, menjelaskan bahwa untuk ketiga kalinya BBW digelar di Kota Semarang. Sebelumnya, acara itu pertama kali digelar di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah. Dilanjutkan di Queen City Mall pada gelaran kedua.

"Tahun ini kami kembali lagi ke Kota Semarang dengan membawa lebih dari 1 juta buku," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (29/6/2026).

Untuk mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, penyelenggara BBW Semarang telah menyiapkan aturan dan ketentuan khusus bagi jasa titip (jastip) pembelian buku maupun reseller.

"Customer regular itu tetap kami nomor satukan. Jadi, mungkin setiap jam kami akan minta mereka [jastip dan reseller] untuk menyelesaikan transaksi atau checkout, sehingga buku-buku itu tidak di-keep terlalu lama," ungkap Andri.

Andri mengakui, dalam setiap pelaksanaan BBW, akan ada pengunjung yang menawarkan jastip ataupun reseller. Keberadaan mereka dapat dipahami sebagai bentuk antusiasme masyarakat Indonesia terhadap buku-buku internasional.

Baca Juga

  • 5 Rekomendasi Buku Bisnis di Big Bad Wolf (BBW) Books Makassar 2026
  • Pembeli Buku di BBW Bali Mayoritas Warga Asing

"Kami tidak menutup kemungkinan karena jastip pasti ada, karena masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum bisa kami jangkau," imbuhnya.

Di sisi lain, keberadaan jastip maupun reseller buku internasional tersebut menjadi sinyal positif di tengah isu pelemahan daya beli masyarakat. Andri menuturkan bahwa masyarakat Indonesia telah memiliki kesadaran bahwa buku merupakan kebutuhan dasar yang penting bagi pertumbuhan anak-anak, paling tidak sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Andri menambahkan bahwa untuk menjangkau lebih banyak konsumen, penyelenggara BBW telah menyiapkan berbagai strategi. Selain promo seperti potongan harga, Andri menyebut bahwa komitmen BBW untuk menghadirkan buku-buku baru yang tengah tren juga ikut berpengaruh pada jumlah transaksi dan kunjungan pameran.

"Kami optimistis dengan misi kami. Kami ingin mencerdaskan bangsa, memberikan yang terbaik, yang baik dan terjangkau harganya. Itu misi kami," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Masih Menunggu Aturan Turunan UU P2SK untuk Melanjutkan Proses Demutualisasi Bursa
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Dampak El Nino
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Briptu Exel Tewas Tertembak Rekan di Bolmut, Tangis Keluarga Pecah Lihat Jenazah Korban
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Menteri Imipas: Presiden Bakal Beri Amnesti bagi Warga Binaan pada 17 Agustus
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Bakom RI: Pembangunan 1.151 Km Jalan untuk Keadilan Sosial dan Akses Ekonomi
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.