Populer: Pajak Marketplace Mulai 1 Juli; Jeffrey Hendrik Resmi Jadi Dirut BEI

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan pajak marketplace menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (29/6). Selain itu, pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI dan targetnya. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Purbaya Kenakan Pajak ke Pedagang Marketplace Mulai 1 Juli 2026

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa, didampingi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto, mengkonfirmasi implementasi pemungutan pajak bagi pedagang online di marketplace yang akan dimulai pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak para pelaku usaha yang sebelumnya belum terpajaki secara optimal, sekaligus menjaga keseimbangan playing field antara pedagang offline yang rutin membayar PPN dan pedagang online.

Aturan ini bukan merupakan jenis pajak baru, melainkan mekanisme pemungutan melalui platform digital. Dasar hukumnya adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025, yang menunjuk penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Pemungutan sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto pedagang dalam negeri yang bertransaksi di platform digital. Penting dicatat, ketentuan ini tidak berlaku bagi pelaku UMKM dalam negeri dengan omzet hingga Rp 500 juta per tahun.

Jeffrey Hendrik Resmi Jadi Dirut BEI, Targetkan RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengangkat Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI periode 2026-2030 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (29/6). Dalam masa kepemimpinannya, Jeffrey mengusung target ambisius untuk membawa BEI masuk ke dalam 10 bursa terbesar di dunia pada tahun 2030, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi. Saat ini, BEI berada di posisi ke-19 untuk kapitalisasi pasar dan ke-17 untuk nilai transaksi.

Untuk mencapai target tersebut, Jeffrey menetapkan empat pilar utama. Pertama, terus menumbuhkan bisnis dari sisi transaksi. Kedua, mengembangkan bisnis non-transaksi. Ketiga, meningkatkan kuantitas maupun kualitas perusahaan tercatat. Keempat, meningkatkan inklusivitas untuk seluruh segmen investor.

Secara spesifik, BEI menargetkan peningkatan signifikan pada beberapa indikator utama. Kapitalisasi pasar diharapkan mencapai Rp 30.000 triliun pada 2030, naik dari Rp 15.849 triliun pada 2025. Nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) saham ditargetkan mencapai Rp 31 triliun per hari dari Rp 18,1 triliun per hari pada 2025.

Jumlah perusahaan tercatat ditargetkan menjadi 1.100 dari 956 perusahaan, sementara jumlah investor pasar modal diharapkan meningkat menjadi 35 juta dari 20,3 juta pada 2025. Selain itu, rasio market cap terhadap PDB Indonesia ditargetkan mencapai lebih dari 83 persen dari 66,5 persen pada 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Dasar Solo Tak Menerima Murid Baru |SAPA SIANG
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov DKI Berkomitmen Mendorong Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Megatsunami Hantam Pasifik, NASA Ungkap Fakta Mengejutkan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kepala BMKG Beri Peringatan Terbaru: El Nino Menguat, Kapan Berakhir?
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
HKI Minta Pasokan LNG Terjaga saat Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.