Belajar dari Proyek Bermasalah, DPRD Kota Probolinggo Awasi Ketat Penataan Pedestrian Tjokroaminoto

beritajatim.com
8 jam lalu
Cover Berita

Probolinggo (beritajatim.com) – Proyek penataan pedestrian Jalan Tjokroaminoto sisi barat Kota Probolinggo dengan nilai anggaran mencapai Rp4,8 miliar menjadi sorotan tajam DPRD Kota Probolinggo.

Dewan mengingatkan agar proyek tersebut tidak mengulang kegagalan pekerjaan fisik tahun sebelumnya yang berujung pada pemutusan kontrak.

Peringatan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Senin (29/6).

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, menegaskan seluruh proyek strategis daerah harus mendapat pengawasan ekstra sejak awal pelaksanaan. Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah merupakan perhatian publik sehingga tidak boleh bermasalah, baik dari sisi kualitas, progres pekerjaan, maupun penyelesaian tepat waktu.

“Jangan sampai persoalan proyek fisik yang pernah terjadi kembali terulang. Semua harus diawasi secara serius karena ini menyangkut uang rakyat dan menjadi perhatian masyarakat,” tegas Muchlas.

Selain proyek pedestrian, DPRD juga memberi perhatian terhadap pembangunan Gedung DPRD, Rumah Dinas Wakil Wali Kota, penataan Alun-Alun, hingga proyek Sekolah Rakyat.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala DPUPRPKP Kota Probolinggo, Gofur Effendi, menegaskan anggaran Rp4,8 miliar bukan hanya digunakan untuk mempercantik trotoar. Sebagian besar pekerjaan justru difokuskan pada pembenahan sistem drainase bawah tanah yang selama ini dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.

Saluran drainase lama akan diganti menggunakan sistem U-ditch bertumpuk dengan kapasitas lebih besar. Setelah pekerjaan bawah tanah selesai, baru dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian menggunakan batu granit di atas konstruksi box culvert beton.

“Kami tidak sekadar membangun trotoar. Yang dibenahi terlebih dahulu adalah saluran drainasenya agar persoalan genangan air bisa diminimalkan,” jelas Gofur.

Ia juga mengakui proyek sempat mengalami keterlambatan pada tahap awal akibat penyesuaian harga material sesuai regulasi. Namun demikian, DPUPRPKP memastikan keterlambatan tersebut tidak akan mengganggu target penyelesaian pekerjaan.

Ke depan, penataan Jalan Tjokroaminoto akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sepanjang sekitar 200 meter, sedangkan lanjutan penataan hingga sisi selatan sepanjang sekitar 1,3 kilometer direncanakan masuk program pembangunan tahun berikutnya.

DPRD menegaskan akan terus mengawal jalannya proyek agar anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus mampu mengatasi persoalan drainase yang selama ini menjadi titik lemah kawasan pusat Kota Probolinggo. (rap/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Roy Suryo Apresiasi Polda Metro Jaya Hadiri Sidang Perdana Praperadilan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Purbaya Jelaskan Alasan Insentif Kendaraan Listrik Molor
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mendagri Tito Dorong Penguatan BNPP untuk Percepat Pembangunan Perbatasan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Tahan Dihujat, Giorgio Antonio Akhirnya Bongkar Kondisi Hubungan dengan Sarwendah
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Penampilan Baru Dito Ariotedjo Saat Penuhi Panggilan KPK
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.