Terima Pemangkut Adat Tallo, Munafri Harap Warisan Kerajaan Tallo Jadi Destinasi Wisata Budaya Strategis di Makassar

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali situs kebudayaan Kota Makassar dengan fokus utama pada jejak sejarah Kerajaan Tallo sebagai destinasi wisata budaya yang hidup dan edukatif.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menyampaikan rencananya merevitalisasi kawasan situs Kerajaan Tallo, termasuk pembangunan Balla Lompoa sebagai ruang budaya yang tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga pusat aktivitas pelestarian budaya. Ia berharap kawasan tersebut akan menjadi tempat pertunjukan tari tradisional, kegiatan menenun, serta ruang bercerita mengenai perjalanan Kerajaan Tallo dan sejarah lahirnya Kota Makassar sebagai pusat perdagangan maritim pada masanya.

“Kalau orang datang ke Makassar mencari sejarah Kerajaan Tallo, mereka tidak boleh lagi harus ke Gowa untuk mendapatkan ceritanya. Kita ingin menghadirkan ruang budaya yang benar-benar merepresentasikan sejarah Tallo di Kota Makassar,” katanya.

Konsolidasi dan Pembentukan Lembaga Independen

Lebih lanjut, Appi menegaskan bahwa langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun konsolidasi bersama seluruh unsur adat agar lahir satu kepemimpinan kelembagaan yang kuat. Setelah itu, pemerintah dapat lebih leluasa melakukan penataan kawasan dan pengembangan situs budaya secara berkelanjutan.

Munafri juga mengutarakan usulannya kepada Menteri Kebudayaan RI mengenai pentingnya pembentukan lembaga independen yang dapat menyelesaikan sengketa kelembagaan kerajaan di Indonesia. Konflik internal yang berkepanjangan selama ini sering menyulitkan pemerintah untuk melibatkan unsur kerajaan dalam program pariwisata dan pelestarian budaya.

“Kalau terus terjadi perselisihan, pemerintah tentu sulit terlibat karena harus menjaga netralitas. Karena itu saya mengusulkan adanya lembaga independen yang dapat memastikan legalitas kelembagaan adat sehingga pemerintah memiliki dasar yang jelas untuk bersinergi,” jelasnya.

Warisan Budaya dan Sejarah Strategis Kerajaan Tallo

Appi menegaskan bahwa Kerajaan Tallo memiliki posisi strategis dalam sejarah Kota Makassar. Bersama Kerajaan Gowa, Tallo dikenal sebagai ‘Kerajaan Kembar’ dengan filosofi ‘dua raja satu rakyat’. Sistem kepemimpinan ini menjadi fondasi perkembangan Makassar sebagai pusat perdagangan dan peradaban di kawasan timur Nusantara.

Wali kota Makassar itu ingin budaya Kota Makassar tidak hanya sebatas menjaga cerita sejarah, tetapi juga menghadirkan bukti nyata yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.

“Jangan sampai budaya Kerajaan Tallo hilang di Kota Makassar. Selama ini hanya disebut dalam cerita, tetapi wujudnya belum benar-benar hadir sebagai ruang budaya yang hidup,” pungkasnya saat menerima audiensi para pemangku adat kerajaan Tallo, Gowa, dan Toraja yang dipimpin oleh Andi Badi Sommeng di Balai Kota Makassar, Senin (29/06/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Sekolah, Jumlah Penumpang Kereta di Surabaya Naik 8 Persen | SAPA SIANG
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Owner Percetakan Senen yang Sekap 3 Karyawan 21 Hari Ditangkap
• 12 jam laludisway.id
thumb
Mendagri Tito Klarifikasi Isu 2 Desa di Nunukan Kaltara Masuk Malaysia
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Pramono Sebut 2 Proyek Rusun DKI Segera Dimulai
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sarwendah Laporkan Akun Medsos Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.