JAKARTA - Berbagai peristiwa penting terjadi pada 30 Juni sepanjang sejarah. Sejumlah di antaranya menjadi catatan dunia dan masih dikenang hingga kini, mulai dari Peristiwa Tunguska, Malam Pisau Panjang di Jerman Nazi, hingga jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di Medan yang menewaskan 143 orang.
Berikut rangkuman peristiwa penting yang terjadi pada 30 Juni dari tahun ke tahun:
1. Peristiwa Tunguska
Ledakan dahsyat meluluhlantakkan wilayah Krai Krasnoyarsk, Rusia, pada 30 Juni 1908 sekitar pukul 07.14 waktu setempat. Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Tunguska atau Ledakan Tunguska itu hingga kini masih menjadi bahan perdebatan.
Banyak ahli menduga ledakan tersebut disebabkan oleh meteoroid atau komet besar yang meledak di atmosfer pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di atas permukaan Bumi.
2. Malam Pisau Panjang
Malam Pisau Panjang merupakan sebutan bagi aksi pembantaian atau pembersihan besar-besaran yang terjadi di Jerman Nazi pada 30 Juni hingga 2 Juli 1934. Operasi tersebut juga dikenal sebagai Operasi Kolibri.
Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 30 Mei 2026, Cek Lokasi dan PersyaratanDalam operasi itu, rezim Partai Nazi (NSDAP) yang dipimpin Adolf Hitler mengeksekusi sekitar 90 orang dengan alasan politik. Sebagian besar korban merupakan anggota Sturmabteilung (SA) atau Pasukan Badai.
Hitler saat itu berselisih dengan pimpinan SA, Ernst Julius Röhm. Menurut Hitler, kebebasan SA dan kecenderungan anggotanya melakukan kekerasan jalanan berpotensi mengancam kekuasaannya.
Hitler juga ingin meredam kekhawatiran petinggi Reichswehr, militer Jerman, yang menentang keberadaan SA. Ernst Röhm bahkan disebut memiliki ambisi menggabungkan Reichswehr ke dalam SA di bawah kepemimpinannya.
Melalui operasi tersebut, Hitler juga menyingkirkan lawan-lawan politik di dalam rezimnya, termasuk kelompok yang dekat dengan Wakil Kanselir Franz von Papen.
3. Kongo-Kinshasa Merdeka
Republik Demokratik Kongo, yang dahulu dikenal sebagai Kongo-Kinshasa, memperoleh kemerdekaan dari Belgia pada 30 Juni 1960.
Negara yang berada di Afrika Tengah tersebut hingga kini dikenal sebagai salah satu penghasil sumber daya mineral terbesar di dunia.
Baca Juga:Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh4. Tiga Kosmonaut Tewas Saat Kembali ke Bumi
Tiga kosmonaut Soyuz 11, yakni Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev, dan Vladislav Volkov, meninggal dunia saat kembali ke Bumi pada 30 Juni 1971.
Mereka sebelumnya berhasil menjalankan misi ke stasiun luar angkasa Salyut 1. Soyuz 11 diluncurkan pada 6 Juni 1971 dari Kosmodrom Baikonur dan merapat ke Salyut 1 sehari kemudian. Ketiganya menghabiskan 22 hari di stasiun luar angkasa tersebut.
Saat kapsul mendarat, tim penyelamat menemukan seluruh awak telah meninggal dunia. Investigasi kemudian menyimpulkan kebocoran pada katup ventilasi kabin menyebabkan hilangnya tekanan udara sehingga ketiga kosmonaut tewas.
Mereka dimakamkan secara kenegaraan di Nekropolis Dinding Kremlin, Lapangan Merah, Moskwa, dekat makam Yuri Gagarin. Setelah tragedi itu, wahana Soyuz didesain ulang sehingga hanya membawa dua kosmonaut dalam setiap penerbangan untuk sementara waktu.
5. Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Medan
Baca Juga:Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa TitipanPesawat Lockheed C-130 Hercules milik TNI AU jatuh di Kota Medan, Sumatra Utara, pada Selasa, 30 Juni 2015, hanya sekitar dua menit setelah lepas landas dari Lanud Soewondo.
Pesawat semula dijadwalkan terbang menuju Lanud Tanjung Pinang setelah sebelumnya menempuh rute Lanud Dumai, Lanud Pekanbaru, Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Lanud Abdul Rachman Saleh di Malang. Selanjutnya pesawat direncanakan melanjutkan penerbangan ke Lanud Ranai, Lanud Pontianak, dan Lanud Adisutjipto di Yogyakarta.
Sebelum jatuh, pilot dilaporkan sempat meminta izin untuk kembali ke pangkalan.
Pesawat tersebut mengangkut 12 awak dan 101 penumpang yang terdiri dari prajurit TNI beserta anggota keluarganya. Seluruh penumpang dan awak meninggal dunia. Total korban tewas mencapai 143 jiwa, termasuk 22 orang yang berada di darat.




