JAKARTA, DISWAY.ID - Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengaku tak khawatir dengan adanya perpindahan dukungan usai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik bersama PSI.
Menurutnya, dinamika perpindahan pemilih merupakan hal yang lazim dalam politik dan dapat terjadi ke berbagai partai, termasuk Golkar.
“Golkar tidak khawatir. Karena selalu saja ada potensi perpindahan pemilih itu selalu ada. Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan pemilih dari partai lain ke Golkar,” kata Sarmuji, Selasa, 30 Juni 2026.
BACA JUGA:Owner Percetakan Senen yang Sekap 3 Karyawan 21 Hari Ditangkap
Ia mengungkapkan bahwa selama ini Golkar juga menerima banyak kader dari partai lain yang bergabung.
Namun, partainya tidak merasa perlu mempublikasikan perpindahan tersebut.
“Di daerah-daerah kami banyak orang partai lain masuk ke dalam Partai Golkar. Hanya saja tidak kami publikasi karena tidak ada pentingnya buat kami untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menekankan jika safari politik itu merupakan hak politik Jokowi sebagai warga negara.
Menurutnya, Jokowi bebas menentukan sikap dan pilihan politiknya, termasuk dalam kaitannya dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
BACA JUGA:Resmi! Nestlé MILO dan Kemenpora Teken MoU, Siapkan Gerakan Besar Bangun Generasi Aktif Indonesia
“Pak Jokowi punya hak politik. Beliau orang merdeka, boleh menentukan keputusan politiknya mau seperti apa tergantung beliau dan PSI. Kami menghormati saja,” kata dia.
Sebagaimana diketahui,, Jokowi melakukan safari politik bersama PSI di Lampung sejak Jumat, 26 Juni 2026.
Selama 3 hari, dia berkunjung ke berbagai kabupaten dan kota di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai.
Jokowi memberikan motivasi dan arahan dalam rakorda DPD PSI, serta bertemu masyarakat.
Dalam arahannya, Jokowi menegaskan PSI punya target besar, tetapi tidak diungkapkan secara spesifik ke publik.
- 1
- 2
- »





