JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera bertemu dengan perwakilan Meta untuk membahas maraknya promosi judi online (judol) di platform media sosial.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan konten promosi judol yang beredar selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan, selama periode 1 hingga 28 Juni 2026, Komdigi menangani 126.180 konten, terdiri dari 111.279 situs , 4.579 di YouTube, 4.549 di Meta (Instagram dan Facebook), dan 622 di X.
BACA JUGA:LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026, 80 Persen Kuota Diprioritaskan Bidang STEM Strategis
"Kami merencanakan akan segera bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini, dan bagi platform lainnya, kami imbau untuk terus memperketat pengawasan judi online di platform digital masing-masing," tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
Pasalnya, maasalah Judol di Indonesia semakin marak, dan apalagi saat pergelaran Piala Dunia 2026.
Komdigi, kata Dia, mencatat lonjakan promosi judi online hingga 128 persen selama dua minggu terakhir.
"Berdasarkan hasil pemantauan selama 2 minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026," ungkapnya.
Ia menyebut, peningkatan aktivitas judol ini terorganisir transnasional dengan memanfaatkan mesin bot untuk memantau media sosial selama 24 jam penuh.
BACA JUGA:Jaga Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit, Pemerintah Tempatkan Lagi Rp281 Triliun di Perbankan
Komdigi mengidentifikasi penyebaran komentar spam promosi judi online memanfaatkan akun bodong dengan bot di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dengan pola yang berulang.
"Fenomena ini juga berkorelasi dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni yang dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga," ungkapnya.
Selain itu, Komdigi menemukan operasi penyebaran komentar spam judol terhubung dengan berbagai platform judi online, salah satunya tagar Rawitbet, melalui sistem afiliasi yang berbasis di India dan Brasil.





