Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (30/6/2026), mengikuti reli yang terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Melansir CNBC, sentimen pasar terdorong oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan optimisme investor global.


Baca: IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,41% pada awal perdagangan, sementara Topix menguat 0,88%. Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 1,17%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,88%.

Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 bergerak cenderung datar. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari ini.

Di Wall Street, ketiga indeks utama ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks S&P 500 naik 1,18%, sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,07%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 306,63 poin atau 0,59% dan ditutup di atas level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kenaikan indeks didukung oleh lonjakan hampir 5% saham Alphabet pada hari pertama perdagangan perusahaan tersebut sebagai anggota baru Dow Jones.

Optimisme investor muncul setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan dan membuka kembali jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengatakan kedua pihak untuk sementara waktu akan menahan diri dan kapal-kapal dapat kembali melintas secara bebas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Di sisi korporasi, saham perusahaan teknologi pertahanan AeroVironment melonjak 19% dalam perdagangan setelah penutupan pasar. Kinerja saham terdorong oleh laporan laba kuartal IV fiskal yang melampaui ekspektasi pasar.

AeroVironment membukukan laba disesuaikan sebesar US$1,84 per saham dengan pendapatan mencapai US$642 juta. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan laba US$1,46 per saham dan pendapatan US$559 juta.

Senior Managing Director Evercore ISI, Julian Emanuel, menilai sentimen pasar saat ini belum sepenuhnya positif, namun kondisi tersebut justru dapat menjadi landasan yang baik menjelang musim laporan keuangan. Menurutnya, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar berpeluang kembali menjadi penggerak utama pasar pada paruh kedua tahun ini.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Selasa waktu setempat. Data tersebut meliputi survei lowongan kerja JOLTS periode Mei, indeks aktivitas manufaktur Chicago PMI


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Dukun Ghana Bikin Pendukung Argentina Ketar-ketir! Sebut Tanjung Verde Hentikan Messi dkk di Piala Dunia 2026
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Menpora sebut kompetisi berkualitas jadi fondasi timnas basket
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BPK Ungkap Semua Kementerian/Lembaga Raih WTP, Kecuali Badan Pangan Nasional
• 15 menit lalukompas.com
thumb
Menbud ingin masa tayang film diatur secara tepat
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kate Middleton tuntaskan tantangan mendaki untuk galang bantuan
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.