Tambah Armada, ELPI Gelar Rights Issue Rp739,34 Miliar

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue senilai maksimal Rp739,34 miliar untuk belanja modal, investasi, dan penguatan modal kerja guna memperluas kapasitas operasional.

Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, mengatakan perseroan akan menerbitkan sebanyak 2.112.420.000 (2,11 miliar) saham baru dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham sehingga berpotensi menghimpun dana sebesar Rp739.347.000.000.

"Pernyataan efektif dari OJK menjadi langkah penting bagi perseroan untuk melaksanakan rights issue di tengah kondisi pasar modal yang masih dipengaruhi ketidakpastian global," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (309/6/2026).

Eka menjelaskan sekitar Rp277,2 miliar dari dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk belanja modal. Dari jumlah tersebut, Rp205,2 miliar digunakan untuk pembangunan tiga unit fast crew boat dan satu unit multipurpose tug guna meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pelanggan.

Sementara itu, Rp72 miliar akan digunakan untuk pengadaan enam kapal yang akan mendukung kontrak dengan PT Layar Nusantara Gas (LNG), perusahaan yang mengembangkan fasilitas Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).

Menurutnya, kontrak tersebut memiliki estimasi nilai sekitar Rp2,39 triliun sepanjang masa operasional dengan jangka waktu sewa (charter) hingga 18 tahun.

Baca Juga

  • Ekalya (ELPI) Agresif Tambah Kapal Lewat Pendanaan Rp633,44 Miliar
  • Tambah Armada, ELPI Boyong Kapal Offshore Senilai Rp794 Miliar
  • Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) Tebar Dividen Rp17 Per Saham

"Seluruh kapal ditargetkan dapat direalisasikan pada semester II/2027," katanya.

Selain belanja modal, Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi menambahkan, perseroan mengalokasikan Rp190 miliar sebagai penyertaan modal pada perusahaan patungan yang bergerak di bidang logistik pelayaran sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Selanjutnya, kata dia, dana sebesar Rp118,3 miliar juga akan disuntikkan ke anak usaha PT ELPI Trans Cargo (ETC) untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung operasional kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805 yang diperoleh ETC melalui proses lelang internasional.

Dia mengatakan sisa dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja bagi ELPI dan PT Ekalya Purnamasari Offshore (ELPIO).

Penggunaan dana tersebut meliputi biaya perawatan armada, pengadaan bahan bakar, pembayaran premi asuransi, sertifikasi kapal, hingga kebutuhan operasional 101 kapal yang terdiri atas 83 kapal milik ELPI dan 18 kapal milik ELPIO.

"Posisi kapal Bourbon Evolution 805 saat ini berada di Abidjan, Pantai Gading, dan sedang dalam proses mobilisasi menuju Indonesia. Setelah tiba, kapal tersebut akan segera dioperasikan untuk mendukung proyek-proyek offshore," ujar Efilya.

Corporate Secretary ELPI ,Wawan Heri Purnomo, mengatakan perseroan akan melaksanakan seluruh tahapan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I sesuai dengan ketentuan pasar modal. 

"Adapun recording date pemegang saham yang berhak memperoleh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ditetapkan pada 8 Juli 2026, sedangkan periode perdagangan HMETD berlangsung pada 10–16 Juli 2026," jelasnya.

Dalam aksi korporasi tersebut, dia menambahkan setiap pemegang 200 saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) berhak memperoleh 57 HMETD untuk membeli saham baru perseroan.

Wawan menegaskan seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha dan kebutuhan modal kerja tanpa dialokasikan untuk pembayaran utang.

"Seluruh dana akan diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas operasional, serta mendukung diversifikasi bisnis perseroan," ujarnya. 

Dalam pelaksanaan PMHMETD I, dia menyebut pemegang saham pengendali ELPI tidak akan menggunakan haknya. Hak tersebut selanjutnya dialihkan kepada PT GMT Kapital Asia yang akan menjadi pemegang saham baru setelah rights issue rampung. 

Selain itu, lanjut dia, perseroan telah menunjuk PT Binaartha Sekuritas sebagai Pembeli Siaga (Standby Buyer) untuk menyerap saham yang tidak diambil oleh pemegang saham selama periode pelaksanaan HMETD. 

"Perseroan meyakini aksi korporasi tersebut akan memperkuat fundamental bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan jasa pelayaran nasional sekaligus mendukung diversifikasi usaha dari segmen offshore support vessel menuju bisnis tug and barge, transshipment, serta berbagai jenis kapal pendukung lainnya,” pungkasnya.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indeks Bisnis-27 Dibuka Turun 1,88%, Saham BBCA, BRMS dan DEWA Jadi Pemberat
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
KSPSI Sebut Pemerintah Akan Akuisi PT Granito Jika Tetap Tutup dan PHK Buruh
• 12 jam laludetik.com
thumb
John Field, Pemilik Blueray Cargo Bakal Hadapi Vonis pada 10 Juli
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamentan: Indonesia Tidak Boleh Lagi Bergantung pada Impor Pangan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Pengungkapan 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Indonesia, Kurir Gunakan Aplikasi Zangi
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.