JAKARTA, KOMPAS.com – Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Cresheilla, menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat mengemudikan mobilnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026) sore.
Dinda menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.11 WIB, tak lama setelah ia meninggalkan sebuah klinik kecantikan di kawasan Pondok Indah.
Baru sekitar lima menit berkendara, sebuah batu tiba-tiba meluncur ke arah mobilnya dan menancap di kaca depan, tepat di sisi pengemudi.
Baca juga: Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Dilempar Batu di Jaksel, Kaca Depan Pecah
“Pas kena batu itu rasanya kencang banget dan memang mengarah ke pengemudi, posisinya bukan di tengah,” ungkap Dinda saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan Google Meet, Selasa (30/6/2026).
Refleks, Dinda langsung memejamkan mata. Saat itu, ia sempat mengira suara benturan tersebut berasal dari material truk yang terlempar, serangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), atau bahkan ledakan.
“Alhamdulillah-nya aku merem, jadi serpihan kacanya enggak kena mata, tapi banyak banget di pelipis,” ujar Dinda.
Meski masih syok, Dinda mengingat jelas batu itu datang dari arah berlawanan. Saat kejadian, mobilnya berada di barisan paling depan setelah melewati lampu lalu lintas.
“Aku sih ngerasanya sekelebat itu cepat banget, itu sebenarnya dari kanan, dari arah seberang,” kata dia.
Baca juga: Pramono Anung: 3.800 Pekerja Proyek MRT Jakarta Semuanya Putera-Puteri Indonesia
Setelah menyadari mobilnya terkena lemparan batu, Dinda menyalakan lampu hazard dan berusaha menepi ke sisi kiri jalan.
Di tengah kepanikan, ia menghubungi sepupunya untuk meminta bantuan.
Sambil tetap mengemudikan mobil, Dinda menuju pos polisi terdekat dengan harapan dapat segera melapor.
Namun, setibanya di lokasi, ia tidak menemukan seorang pun anggota kepolisian yang berjaga.
Yang ditemuinya justru seorang petugas kebersihan. Kepada petugas itu, Dinda menanyakan langkah yang harus dilakukan karena batu masih menancap di kaca mobilnya.
“Karena batunya masih nancap posisinya. Aku berharap setidaknya ada barang bukti atau sidik jari yang bisa dilacak. Ternyata bapak tukang sapu itu bilang pos polisinya lagi kosong, enggak ada polisi yang bertugas saat itu. Jadi aku harus ke polsek terdekat di Kebayoran Lama,” jelas dia.
Baca juga: Cerita Puteri Indonesia 2022 Gendong Keponakan sejak Pagi untuk Diberkati Paus Fransiskus
Setelah sepupunya datang, Dinda langsung menuju Mapolsek Kebayoran Lama untuk membuat laporan polisi.





