Islamabad: Pakistan meluncurkan tender darurat untuk membeli satu kargo gas alam cair (LNG) yang akan dikirim pekan ini menyusul kembali meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Ketegangan di Selat Hormuz telah mengganggu arus distribusi energi melalui salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Perusahaan milik negara, Pakistan LNG Limited, mengundang para pemasok internasional untuk mengajukan penawaran satu kargo LNG dengan skema delivered ex-ship di Pelabuhan Qasim, Karachi, sebagaimana tercantum dalam dokumen tender yang dipublikasikan oleh otoritas pengadaan barang dan jasa pemerintah Pakistan.
Mengutip Anadolu, Selasa, 30 Juni 2026, kargo tersebut dijadwalkan tiba antara 30 Juni hingga 4 Juli. Tender itu mencakup kebutuhan LNG sebesar 140.000 meter kubik dengan toleransi lebih atau kurang 10 persen.
Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman LNG dunia, terutama dari Qatar yang menjadi salah satu pemasok utama Pakistan.
Gangguan terhadap lalu lintas kapal di jalur tersebut dapat memaksa negara-negara pembeli beralih ke pasar spot, di mana harga LNG umumnya lebih mahal dan pasokannya lebih sulit diperoleh dalam waktu singkat.
Pakistan beberapa kali menghadapi tekanan terhadap pasokan energi sejak konflik di kawasan memengaruhi arus pengiriman LNG, sehingga pemerintah berupaya memperoleh tambahan kargo dari pasar spot untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Tender terbaru itu diterbitkan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran para pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan pembeli energi mengenai keamanan pelayaran di kawasan tersebut.




