Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menegaskan industri komponen otomotif di dalam negeri masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah dinamika aktivitas manufaktur kendaraan di Indonesia. Utamanya ekspor.
Lewat siaran resmi yang diterima kumparan, asosiasi menyatakan sektor ini justru kian kokoh sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Hal itu dibuktikan dari fase ekspansi yang dinilai berjalan positif, lewat jangkauan pengiriman suku cadang buatan lokal.
Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki memaparkan bahwa sektor manufaktur komponen Indonesia saat ini sudah resmi menjadi bagian dari rantai pasok dunia. Ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan lokal dalam memenuhi standar kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.
"(Industri komponen otomotif) fase lagi bisa ekspor ke mana-mana, jadi sebagai global supply chain," ujar Rachmat dalam keterangan resminya dikutip, Senin (29/6/2026).
Dirinya menambahkan, penguatan daya saing ini juga berkat bimbingan berkelanjutan dari Kementerian Perindustrian, terutama lewat akselerasi program implementasi Industri 4.0. Selain itu, kebijakan stimulus pada sektor kendaraan roda empat berhasil menjaga basis pasar domestik tetap stabil.
Berdasarkan data performa asosiasi, sektor otomotif roda empat nasional bahkan mencatatkan pertumbuhan hingga 14 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada kuartal pertama tahun ini. Angka positif tersebut secara otomatis menjaga kelangsungan utilitas kapasitas produksi dari pabrik-pabrik komponen penunjangnya.
"Pemerintah selalu meng-trigger kita dengan peraturan-peraturan supaya kita bisa masuk ke arah global supply chain," ujar Rachmat.
Catatan performa ekspor GIAMM menunjukkan produk komponen lokal telah berhasil dikapalkan ke lebih dari 100 negara mitra dengan nilai menembus USD 7 miliar atau sekitar Rp 124,9 triliun.
Rachmat bilang program penyesuaian menuju ekosistem kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle akan terus digodok guna memperdalam struktur industri nasional.





