Penembakan Massal Sasar Tempat Perlindungan Ibu-Anak di Jerman, 6 Orang Tewas

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak enam orang tewas dalam aksi penembakan di sebuah tempat perlindungan bagi ibu dan anak di Kota Stade, Jerman, pada Senin (30/6). Polisi menyebut pelaku diduga melakukan aksi tersebut di tengah sengketa hak asuh atas putrinya yang baru berusia tiga bulan.

Dikutip dari AFP, petugas darurat menemukan empat korban tak bernyawa saat tiba di lokasi. Satu korban lainnya meninggal tidak lama kemudian, sementara korban keenam mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan. Seorang korban lain mengalami luka-luka dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Kepala Kepolisian Lueneburg, Kathrin Schuol, mengatakan pelaku dijadwalkan menghadiri pertemuan pada hari yang sama untuk membahas pengaturan hak asuh putrinya bersama sejumlah korban.

"Pelaku memiliki janji pertemuan hari ini bersama banyak korban untuk membahas pengaturan hak asuh putrinya yang berusia tiga bulan," ujar Schuol.

Ia menambahkan, bayi tersebut dan ibunya berada di lokasi saat penembakan terjadi, tetapi keduanya tidak terkena tembakan.

Menurut Schuol, seluruh korban tewas terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki yang bekerja sebagai petugas perlindungan anak. Mereka ditembak secara brutal oleh pelaku.

Usai penembakan, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan mobil yang dikemudikan seorang perempuan berusia 65 tahun, yang diduga memiliki hubungan dekat dengan keluarganya. Polisi sempat melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut sebelum akhirnya menangkap keduanya setelah pengejaran singkat.

Baik pelaku maupun pengemudi tidak mengalami luka akibat tembakan polisi. Keduanya kini telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengejutkan.

"Banyak orang yang berusaha membantu dan melindungi orang lain kehilangan nyawa atau mengalami luka-luka. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka," kata Merz.

Pelaku Warga Keturunan Turki, Tak Punya Izin Senjata

Polisi mengungkapkan pelaku merupakan warga negara Turki yang lahir di Jerman dan tinggal di Kota Hanover. Ia sebelumnya pernah dikenal aparat karena beberapa kali melontarkan ancaman, tetapi tidak pernah dikategorikan sebagai individu yang sangat berbahaya.

Schuol mengatakan pelaku tidak memiliki izin kepemilikan senjata api. Hingga kini, polisi masih menyelidiki bagaimana ia memperoleh senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut.

Ibu dari bayi yang menjadi pusat sengketa hak asuh mengatakan kepada penyidik bahwa dirinya sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan pelaku. Bayi tersebut kini berada dalam perlindungan otoritas setempat selama proses penyelidikan berlangsung.

Tempat perlindungan di Stade dikelola oleh lembaga swasta yang bekerja sama dengan sejumlah instansi, termasuk lembaga kesejahteraan anak di Hanover.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib datangkan bek asal Prancis, Gabriel Mutombo
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
WAGs Paling Fashionable di Dunia Sepak Bola
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ratusan Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jateng
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hakim Tipikor: Google Diuntungkan Dalam Kasus Korupsi Chromebook
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Ini yang Didalami Soal Hanania Group
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.