JAKARTA, KOMPAS.TV- Selebgram sekaligus pegiat media sosial yang kerap vokal mengomentari isu politik, Salim Dower, menyampaikan harapannya agar majelis hakim memberikan putusan yang adil dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek).
Pernyataan itu disampaikan Salim menjelang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026) pagi.
Menurut Salim, fakta-fakta yang terungkap selama persidangan dinilainya belum menunjukkan adanya bukti aliran dana maupun praktik suap yang melibatkan Nadiem Makarim.
Baca Juga: Ratusan Ojol Nobar Sidang Vonis Nadiem Makarim di Lobi PN Jakarta Pusat
"Ya harapan kita semua ada di hakim ya. Dari semua fakta persidangan semuanya sudah jelas bahwa tidak terbukti ada aliran dana, tidak terbukti ada kasus suap-menyuap, korupsi, tidak ada mens rea juga," kata Salim pada awak media termasuk jurnalis KompasTV, Ade Indra Kusuma, Selasa.
Ia menegaskan masyarakat kini menaruh perhatian besar terhadap putusan majelis hakim yang akan menentukan nasib hukum Nadiem.
Soroti Kekhawatiran Kriminalisasi
Dalam keterangannya, Salim juga mengaku khawatir apabila kasus yang menjerat Nadiem menimbulkan persepsi bahwa tokoh-tokoh profesional yang ingin berkontribusi untuk negara justru berisiko menghadapi kriminalisasi.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat menjadi preseden yang kurang baik bagi masyarakat Indonesia yang memiliki pengalaman dan karier di luar negeri namun ingin kembali membangun bangsa.
"Maksud gue ini semua kita berharap pada hakim agar bisa menghukum dengan adil. Maksud gue kalau kayak begini terus, kriminalisasi terus, yang hebat di luar negeri mau bantu negara gitu," ujarnya.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- sidang vonis nadiem
- korupsi laptop chromebook
- pengadilan tipikor jakarta
- salim dower
- mantan mendikbudristek



