VIVA – Mantan kiper Persib Bandung, Aqil Savik resmi berpisah dengan Bhayangkara FC di tengah rumor bakal bergabung dengan Persija Jakarta. Pemain berusia 27 tahun ini meninggalkan klub setelah empat musim bermain bersama.
Keputusan itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang Aqil bersama klub yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya. Selama berseragam Bhayangkara, ia mengalami berbagai momen, mulai dari masa sulit hingga kembali membawa tim promosi ke Super League.
"Sulit rasanya merangkum empat tahun ini hanya dengan beberapa kata," tulis Aqil Savik dikutip dari Instagram-nya pada Selasa (30/6/2026).
Aqil menyebut empat musim yang dijalaninya bukan sekadar perjalanan sebagai pesepak bola profesional. Menurutnya, Bhayangkara telah menjadi tempat yang memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan.
- Instagram - Aqil Savik
"Empat musim bersama Bhayangkara FC bukan sekedar perjalanan karier, tetapi perjalanan hidup yang akan selalu saya kenang," ujar Aqil.
Mantan pemain Persib Bandung itu juga mengenang berbagai fase yang pernah dialami tim. Ia merasakan pahitnya saat Bhayangkara harus terdegradasi, namun juga menikmati momen manis ketika sukses membawa klub kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Saya datang dengan harapan, tumbuh bersama tim ini," katanya.
"Menghadapi suka dan duka, merasakan pahitnya degradasi, hingga akhirnya merasakan kembali indahnya perjuangan membawa Bhayangkara kembali ke Liga 1," lanjutnya.
Bagi Aqil, perjalanan tersebut membentuk mental serta karakter dirinya sebagai pemain. Ia merasa pengalaman itu mengajarkan arti kebersamaan, kerja keras, dan pentingnya tidak menyerah dalam situasi sesulit apa pun.
- Instagram - Aqil Savik
"Perjalanan itu mengajarkan saya arti kebersamaan, kesabaran, kerja keras, dan pantang menyerah," ucapnya.
Ia menilai justru ketika tim berada dalam tekanan, banyak sosok di dalam klub yang tetap menunjukkan kepercayaan dan semangat untuk bangkit.
"Justru di saat-saat tersulit, saya melihat begitu banyak orang yang tetap percaya, tetap berjuang, dan tidak pernah menyerah," katanya.
Aqil kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanannya. Ucapan tersebut ditujukan kepada jajaran petinggi klub, manajemen, pelatih, staf, hingga rekan-rekan setim yang disebutnya sudah menjadi keluarga sendiri.





