Gelombang terbaru serangan Israel menghantam wilayah Jalur Gaza pada Senin (29/6) waktu setempat, saat gencatan senjata masih diberlakukan sejak Oktober tahun lalu. Sedikitnya delapan orang, termasuk seorang ibu dan putrinya yang masih kecil, tewas akibat serangan Israel tersebut.
Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan Israel di Jalur Gaza tersebut.
Sejumlah sumber medis setempat, seperti dilaporkan Anadolu Agency dan dilansir TRT World, Selasa (30/6/2026), mengatakan bahwa seorang wanita dan anak perempuannya tewas ketika serangan udara Israel menghantam tenda-tenda yang menjadi tempat tinggal keluarga pengungsi di Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis di selatan Gaza.
Serangan terbaru Israel, menurut sejumlah saksi mata di Gaza, memicu kerusakan parah pada tenda-tenda dan barang-barang milik para pengungsi.
Sesaat sebelumnya, serangan drone Israel menghantam sebuah tenda yang ada di tepi pantai di Al-Mawasi, hingga menewaskan sedikitnya dua warga Palestina dan melukai 27 orang lainnya.
Sumber-sumber medis yang berbicara kepada Anadolu mengatakan bahwa para korban luka, yang mengalami cedera ringan hingga sedang, telah dipindahkan ke Kompleks Medis Nasser serta Rumah Sakit Lapangan Kuwait dan Al-Mawasi di Khan Younis.
Menurut sumber medis lainnya, seorang warga Palestina lainnya tewas dan seorang gadis muda luka-luka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga sipil di dekat bundaran Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis.
Tiga warga Palestina lainnya, termasuk satu anak-anak, dilaporkan tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka akibat serangan drone yang menargetkan kerumunan warga sipil di Jalan Al-Baraka, yang ada Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah.
(nvc/ita)




