SHOW Token siapkan pendanaan 100 juta dolar AS dukung industri film RI

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ekosistem hiburan berbasis blockchain dan kecerdasan buatan (AI), SHOW Token yang baru diluncurkan, berkomitmen melakukan pendanaan masif hingga 100 juta dolar AS atau setara Rp1,8 triliun untuk mendukung industri film di Indonesia.

CEO SHOW Token Akshay Melwani dalam peluncuran SHOW Token bertajuk "Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen" menjelaskan pendanaan tersebut menjadi solusi dalam memangkas tingginya hambatan modal yang selama ini dihadapi para pelaku di industri perfilman dan hiburan Tanah Air.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka, kami membangun ekosistem digital baru di mana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," kata Akshay dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Akshay menjelaskan pendanaan masif senilai 100 juta dolar AS tersebut disiapkan sebagai stimulus untuk menyuntik industri ekonomi kreatif serta memodernisasi ekosistem hiburan di Asia Tenggara.

Berfokus di pasar domestik Indonesia, SHOW Token berupaya merealisasikan pendanaan itu langsung ke ekosistem produksi riil di lapangan tanpa menunda waktu.

Adapun pendanaan itu ditargetkan untuk memproduksi lebih dari 30 judul film horor dan drama sepanjang tahun ini.

Baca juga: Menekraf: Festival film mampu gerakkan ekonomi daerah

Pada Juni, SHOW Token resmi memulai debutnya sebagai eksekutif produser yang berkolaborasi dengan MVP Pictures lewat film horor "Cerita Lila".

Film tersebut sukses menggaet 500 ribu penonton di pekan pertama penayangannya dan siap dilanjutkan dengan film "Sihir Tanah Kubur" pada Juli mendatang.

Terkait dengan target produksi 30 judul film pada tahun ini, SHOW Token berkolaborasi dengan sejumlah rumah produksi papan atas, seperti MVP Pictures, A&Z Production, serta berbagai studio lokal dan global terkemuka lainnya untuk mendukung deretan film unggulan seperti "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati", "Taboo","Siti Vampire" dan "Sebelum Tiga Puluh".

Senada dengan itu, COO SHOW, Joshua Khubani, menilai target investasi 100 juta dolar AS di Asia Tenggara itu bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital.

"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu," kata Joshua.

Melalui partisipasi strategis di dalam ekosistem ini, para pemegang token (project backers) akan menikmati manfaat riil, mulai dari hak mendukung pendanaan film (decentralized executive producing, hingga akses eksklusif di balik layar (exclusive behind-the-scenes access).

Selain itu, deretan keuntungan eksklusif tambahan juga telah disiapkan secara matang, meliputi akses penuh (all-access) ke Gala Premiere, tiket gratis (free tickets), kesempatan meraih penghargaan eksklusif berbasis kekayaan intelektual (IP), hingga pemberian hadiah berupa keuntungan revenue token yang bisa didapatkan setelah kurun waktu dua bulan.

Baca juga: Balinale perkuat promosi film Indonesia ke dunia

Baca juga: DKI Jakarta jajaki kerja sama investasi film dengan Goldfinch


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Syahwat Bejat Pelatih Menembak di Surabaya, Lecehkan Atlet di Bawah Umur Berulang Kali
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook
• 16 menit laludetik.com
thumb
MK Putuskan Manfaat Dana Pensiun Sukarela Bisa Dicairkan Sekaligus, Ini Aturannya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri Tito Jelaskan soal Kabar 2 Desa di Nunukan Masuk Malaysia
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Tangkap 7 Tersangka Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.