Hadapi Low Season Panjang, Ritel Andalkan Program Promosi

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS- Triwulan ketiga ini industri usaha ritel di Indonesia sedang berada dalam periode low season atau periode sepi pengunjung. Ini menjadi periode low season yang panjang karena Ramadan dan Idul Fitri sudah datang lebih awal yaitu pada triwulan pertama.

Menghadapi periode low season yang durasinya relatif panjang, pusat perbelanjaan menyelenggarakan berbagai program acara dan promo belanja baik yang berskala nasional maupun regional. Untuk membantu menopang penjualan ritel, beragam kegiatan yang digelar antara lain program liburan sekolah, Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, Wonderful Indonesia Gastronomy, Jakarta Great Sale, Solo Raya Great Sale, dann Surabaya Shopping Festival.

Pada Festival Jakarta Great Sale 2026 yang digelar dalam rangka HUT Jakarta ke-499, Sogo Department Store turut berpartisipasi dengan menghadirkan sejumlah aktivasi menarik di dalam toko, antara lain penampilan band dan menyediakan kopi gratis bagi pelanggan. “Sogo Indonesia selalu menggunakan program promosi berkelanjutan dalam usaha untuk bisa mencapai hasil penjualan yang tinggi,” ujar Direktur Sogo Indonesia Handaka Santosa, dihubungi Jumat (26/6/2026).

Baca JugaPusat Perbelanjaan Andalkan Festival Belanja Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Handaka menegaskan Sogo Indonesia berupaya terus berperan aktif dalam program “wisata belanja” setiap tahunnya, khususnya dalam rangkaian HUT DKI Jakarta yang secara bersamaan juga bertepatan dengan masa liburan sekolah. Momentum ini diyakini sangat strategis untuk mendorong traffic ke pusat perbelanjaan.

Program-program di pusat perbelanjaan pun dirancang untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih dari sekadar transaksi. “Kami ingin pelanggan merasakan suasana yang hangat, meriah, dan berkesan, sehingga mereka terdorong untuk datang, berlama-lama, dan tentu saja berbelanja. Kami percaya bahwa festival seperti ini memiliki dampak positif yang nyata,” ucap Handaka.

Menurut Handaka, wisata belanja adalah salah satu pilar penting ekonomi kota Jakarta. “Ketika ekosistem ritel bersatu dalam satu program besar, efeknya akan jauh lebih terasa, baik bagi pelaku usaha maupun bagi masyarakat yang menikmati berbagai penawaran terbaik,” tambahnya.

Di sisi lain, Handaka menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi seluruh pelaku industri ritel, termasuk Sogo Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan daya beli masyarakat adalah tantangan nyata yang harus direspons dengan strategi yang tepat dan terukur.

Salah satu strategi utama yang terus dijalankan adalah menghadirkan brand-brand internasional baru secara konsisten. ”Kami ingin masyarakat Indonesia tidak perlu lagi harus bepergian ke luar negeri hanya untuk mendapatkan produk atau merek internasional yang mereka inginkan. Semua bisa didapatkan di dalam negeri, dan lebih spesifik lagi, bisa ditemukan di Sogo,” ucap Handaka.

Bukan hanya soal kenyamanan, Sogo Indonesia juga ingin menghadirkan efisiensi bagi konsumen. Di tengah tekanan ekonomi, berbelanja produk internasional pilihan di Sogo tentu jauh lebih hemat dibandingkan harus menanggung biaya perjalanan ke luar negeri.

Dengan kurasi brand yang terus diperbarui, Sogo berupaya tetap relevan sebagai one-stop destination bagi pelanggan yang menginginkan produk berkualitas dunia dengan pengalaman belanja lokal yang nyaman.

Sogo Indonesia juga terus berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan secara menyeluruh, mulai dari kualitas layanan, kenyamanan toko, hingga program loyalitas. Dengan demikian, pelanggan setia tetap merasakan nilai lebih setiap kali berkunjung ke Sogo. “Kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar kami, dan itu yang terus kami jaga di tengah situasi apapun,”ujar Handaka.

Halina, Leasing and Marketing Communications Director Senayan City menambahkan bahwa selama periode libur sekolah, Senayan City juga menghadirkan berbagai program dan penawaran menarik untuk melengkapi pengalaman berlibur keluarga. Beragam tenan kategori kids & family menghadirkan promo spesial, diskon, hingga aktivitas interaktif untuk anak-anak, di antaranya Gingersnaps, Wilio, Petit Bateau, Kidz Station, dan Lego.

Sejalan dengan berlangsungnya kompetisi sepak bola dunia, Senayan City juga menghadirkan berbagai program dan penawaran spesial bagi pecinta sepak bola. Sejumlah tenan olahraga dan lifestyle menawarkan promo eksklusif, voucher belanja, hingga koleksi merchandise dan perlengkapan sepak bola edisi terbatas, di antaranya New Balance, Under Armour, JD Sports, Fisik Football, Our Daily Dose, Foot Locker, Adidas, POP MART, Giordano, PUMA, Crocs, dan Planet Sports.

Baca JugaPiala Dunia dan Ledakan Ekonomi Global

Beberapa tenan juga menghadirkan fasilitas watch party untuk memberikan pengalaman menonton bersama yang lebih seru dan berkesan. Secara khusus, Senayan City menghadirkan Adidas Home of World Cup di Main Atrium, sebuah aktivasi yang ditujukan untuk para pecinta sepak bola dan pengunjung setia Senayan City.

Selain itu, selama periode liburan ini, Senayan City juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk menghadirkan rangkaian kegiatan olahraga dan wellness setiap minggunya, mulai dari morning yoga, pilates, HYROX training, morning run, pound fit, hingga berbagai aktivitas komunitas lainnya.

Di Senayan City, periode libur sekolah dan program bertema sepak bola memberikan dampak yang cukup positif terhadap peningkatan kunjungan. “Kami melihat bahwa pusat perbelanjaan saat ini tidak hanya menjadi destinasi untuk berbelanja dan bersantap, tetapi juga sebagai tempat untuk berkumpul, menikmati hiburan, dan berbagi pengalaman bersama,” kata Halina.

Antusiasme pengunjung terlihat dari meningkatnya trafik, khususnya dari keluarga dan komunitas, yang datang untuk menikmati berbagai aktivitas, menonton pertandingan bersama, maupun berburu koleksi merchandise eksklusif. Dari sisi tenan, beberapa kategori juga menunjukkan performa yang positif, terutama tenant F&B, sport, serta tenan yang menghadirkan merchandise dan perlengkapan sepak bola.

Banyak tenan yang turut aktif menghadirkan program dan promosi tambahan setiap minggunya untuk menjaga antusiasme pengunjung. “Kehadiran Adidas Home of World Cup juga menjadi salah satu daya tarik utama selama periode ini, sekaligus memperkuat posisi Senayan City sebagai destinasi lifestyle yang menghadirkan pengalaman yang relevan dengan minat dan passion pengunjung,” ucap Halina.

Di tengah dinamika ekonomi saat ini, Senayan City juga terus berupaya untuk tetap adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen dengan menghadirkan pengalaman berbelanja, hiburan, dan gaya hidup yang relevan serta bernilai tambah bagi pengunjung.

“Kami percaya bahwa pusat perbelanjaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bertransaksi, tetapi juga sebagai ruang untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan menikmati berbagai pengalaman. Oleh karena itu, Senayan City terus menghadirkan beragam program, promosi, dan aktivasi yang dapat memberikan alasan bagi pengunjung untuk datang dan kembali berkunjung,” tambahnya.

Dari sisi dukungan tenan, Senayan City secara aktif membantu memaksimalkan eksposur tenan melalui berbagai kanal digital yang dimiliki, seperti website, Instagram, TikTok, dan X. Selain itu, kami juga terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan setia melalui berbagai keuntungan eksklusif, seperti extra points, exclusive rewards, dan special offers dari tenan yang berpartisipasi.

“Kami juga terus membuka peluang kolaborasi dengan brand, UMKM, dan komunitas melalui penyediaan area pop-up, ruang interaktif, serta berbagai program kolaboratif yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung,” ucap Halina.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, menambahkan bahwa penyelenggaraan berbagai program promo belanja merupakan salah satu strategi mendongkrak penjualan ritel dalam kondisi daya beli masyarakat yang masih belum pulih normal. “Penyelenggaraan program promo belanja dapat menjadikan harga barang ataupun produk menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah,” tambah Alphonzus.

Bukan hanya sekedar tempat belanja, Alphonzus menambahkan bahwa pusat perbelanjaan telah memiliki multifungsi antara lain seperti sarana edukasi, hiburan, dan sosial. Ada cukup banyak fasilitas di dalam pusat perbelanjaan yang selama ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana ataupun fasilitas interaksi sosial.

Pusat perbelanjaan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan nyaman untuk menunjang berbagai kegiatan tersebut. Tidak terkecuali seperti pada saat liburan sekolah ini. Pusat perbelanjaan juga telah menjadi salah satu destinasi wisata. Pengelola mengupayakan berbagai kegiatan dan acara untuk memberikan pengalaman unik kepada masyarakat yang berkunjung dalam mengisi liburan.

“Hal ini juga yang menjadikan pusat perbelanjaan berbeda dengan market place yang lebih kepada melakukan penjualan ataupun fungsi belanja secara online. Selain juga memiliki fungsi belanja, pusat perbelanjaan juga memiliki fungsi offline yang memberikan pengalaman unik kepada para pengunjung,” kata Alphonzus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Urai Kepadatan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk, Operasikan 30 Kapal per Hari
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Peluang Lolos Sempat Tembus 94 Persen, Mengapa Korea Selatan Berakhir Tragis di Piala Dunia 2026?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Menag Rapat Bareng Pimpinan DPR, Usul Insentif Guru Madrasah Honorer Rp 1,5 Juta
• 41 menit lalukumparan.com
thumb
Dukung Pengembangan Program E20, Beniyanto Tamoreka: Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Nilai Tambah Ekonomi Daerah
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Mariano Peralta Resmi Gabung Persib usai Tikung Persija? Jurnalis Italia Beri Kabar Mengejutkan
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.