Polres Rokan Hilir (Rohil) menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan tradisi Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi. Polisi menyiapkan rencana pengamanan termasuk rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan saat puncak acara tanggal 1 Juli 2026 nanti.
Dalam rangka kesiapan tersebut, Polres Rohil menggelar Apel Kesiapan Pengamanan yang dihadiri oleh seluruh personel Polres Rohil, Polda Riau, TNI, Satpol PP dan unsur pengamanan lainnya. Rangkaian event Bakar Tongkang yang menjadi agenda tahunan di Bagansiapiapi ini diselenggarakan sejak 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Polres Rohil mengerahkan 558 personel gabungan, terdiri dari 279 personel Polres Rokan Hilir, 45 personel BKO Brimob Polda Riau, 30 personel BKO Samapta Polda Riau.
Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni mengatakan Bakar Tongkang menjadi event nasional, sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki daya tarik pelancong tidak hanya domestik tetapi juga mancanegara. Oleh karena itu, seluruh personel diminta melaksanakan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.
"Bakar Tongkang merupakan kebanggaan masyarakat Bagansiapiapi dan telah menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang dikenal luas. Untuk itu, seluruh personel harus memberikan pengamanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujar AKBP Isa, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, seluruh personel diminta memperkuat sinergitas dengan TNI, Pemerintah Daerah, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya guna menciptakan sistem pengamanan yang terpadu.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Rokan Hilir, Kompol Eduard Pardosi, menekankan agar seluruh personel tetap fokus selama bertugas dan tidak menggunakan telepon genggam saat melaksanakan pengamanan. Ia juga meminta Tim Opsnal untuk aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana C3 (Curat, Curas, dan Curanmor).
Kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Polsek Bangko. TFG dilaksanakan sebagai langkah pemantapan pola pengamanan serta penyamaan persepsi seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Pengamanan Event Nasional Bakar Tongkang Tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kegiatan keagamaan, hiburan rakyat hingga puncak prosesi Bakar Tongkang, dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Seluruh tim diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai ploting yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Riau menyampaikan akan melakukan sterilisasi di seluruh lokasi yang menjadi pusat kegiatan guna memastikan area bebas dari ancaman bahan peledak maupun benda berbahaya lainnya. Setelah proses sterilisasi selesai, lokasi tersebut akan dijaga secara ketat oleh personel pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
(mea/dhn)




