Korban Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat Diprediksi Jalani Perawatan Selama 1 Tahun

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memprediksi proses perawatan atau pengobatan YTR, korban yang disekap dan dianiaya Taufik Hidayat, memakan waktu cukup lama.

Dokter memperkirakan proses pemulihan korban bisa memakan waktu hingga setahun karena harus menjalani penanganan bertahap sebelum operasi rekonstruksi dilakukan.

BACA JUGA: Kejati Jabar Libatkan 9 Jaksa Kawal Kasus Taufik Hidayat  

Direktur Utama RSHS, dr Rachim Dinata mengatakan, tim dokter saat ini masih memprioritaskan penanganan infeksi yang dialami korban sebelum masuk ke tahap operasi rekonstruksi.

Proses pemulihan YTR diperkirakan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

BACA JUGA: Polisi Gelar Prarekonstruksi di 4 TKP Kasus Penganiayaan & Penyekapan terhadap YTR

"Jadi kami masih fokus menghilangkan infeksinya, kami sudah membuat schedule, mungkin bisa sampai satu tahun, untuk perbaikan semuanya. Karena bukan hanya wajah saja, tapi termasuk kaki juga sama," kata Rachim, Selasa (30/6/2026).

RHSH pun belum dapat melakukan tindakan operasi besar karena kondisi luka korban masih harus dipastikan benar-benar bersih dari infeksi.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Kondisi YTR Korban Kesadisan Taufik Hidayat, Dokter Sampai Bilang Begini

"Bulan ini masih menuntaskan infeksinya, kalau masih ada (infeksi), tidak bisa dilakukan operasi, dan minggu ke dua sudah mereda, tapi belum beres," ujarnya.

Di sisi lain, Rachim juga mengungkap bahwa Pemprov Jabar menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar untuk membiayai proses perawatan YTR.

Dia mengatakan, dana tersebut telah disiapkan agar seluruh kebutuhan medis korban dapat ditangani secara maksimal.

"Alhamdulillah Pak Gubernur telah mendepositkan uang Rp1 miliar di RSHS untuk kepentingan pasien, dalam rangka penyembuhan," tambahnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menegaskan, anggaran tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan dari dana pribadinya.

"Ralat saja, saya tidak mendepositkan uang Rp1 miliar, tapi Pemprov Jabar, bukan dari saya," ucap Dedi Mulyadi. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi di Kuansing Jadi Sorotan, Sejumlah Ruangan Kantor Bupati Disegel
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Ruang Bupati hingga Ketua DPRD Kuansing Disegel KPK, Suhardiman Amby Diangkut?
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Studi Magister ke Luar Negeri, Cetak Pemimpin Berwawasan Global
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Jaya Real Property (JRPT) Bubarkan dan Likuidasi Anak Usaha
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nothing Phone (4b) terkonfirmasi bakal ditenagai chipset Snapdragon
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.