Investigasi UBK: 3 Polisi Diduga Tawarkan Puluhan Juta Rupiah dalam 2 Hari untuk Ketua BEM FH

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga anggota kepolisian diduga menawarkan uang puluhan juta rupiah kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin, dalam kurun waktu dua hari.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Rektorat UBK. Berdasarkan hasil investigasi, uang itu ditawarkan agar Abdi mengoordinasikan mahasiswa UBK untuk mengalihkan lokasi demo dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, ke Gedung DPR.

Tawaran pertama diduga berasal dari Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Prasetyo Purbo Nurcahyo. Ia disebut menawarkan uang sebesar Rp 50 juta kepada Abdi pada Minggu (14/6/2026) sebagai kompensasi untuk memindahkan lokasi aksi.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Cakung Jaktim Meluber, Jalan Menyempit Hanya Satu Lajur

"Memang Abdi tanggal 14 Juni (2026) siang itu dihubungi oleh aparat kepolisian dari Jakarta Pusat, Polres. Namanya itu menurut Abdi adalah Pak Prasetyo, itu Kasat Intel," ujar Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK, Eko Suryo S, dalam sesi wawancara khusus dengan Kompas.com di Kampus UBK, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Eko mengatakan, setelah dihubungi, Abdi bertemu dengan Prasetyo di wilayah Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Prasetyo disebut meminta Abdi memindahkan lokasi demo dari Istana Merdeka ke Gedung DPR.

"Nah untuk itu disiapkan anggarannya lah Rp 50 juta. Itu Abdi juga tidak menerima itu, menolak," ungkap Eko.

Masih pada hari yang sama, sore harinya, Abdi kembali diajak bertemu dengan seorang oknum polisi di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat.

Kepada tim investigasi, Abdi mengaku tidak mengetahui nama lengkap oknum tersebut. Ia hanya menyebut polisi itu bernama Egi.

Menurut Eko, Egi juga meminta Abdi memindahkan lokasi demo ke DPR.

"Ada anggaran juga itu, malah lebih besar Rp 70 juta. Tapi Abdi juga tidak menerima," tuturnya.

Baca juga: Monyet Lepas Masuk Rumah Warga di Koja Jakut, Damkar Evakuasi dengan Umpan Makanan

Kemudian, pada hari H pelaksanaan demo, yakni Senin (15/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, Abdi kembali diminta bertemu dengan aparat kepolisian.

Dalam pertemuan yang kembali digelar di Jakarta Pusat itu, dua senior Abdi di organisasi luar kampus turut hadir. Keduanya juga merupakan alumni UBK.

"Ya sama intinya, yaitu pindahin dong demonya ke DPR. Karena yang minta itu seniornya, maka Abdi tidak bisa menolak. Tapi anggarannya enggak gede Rp 20 juta," jelasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Eko, berbeda dengan dua tawaran sebelumnya, kali ini Abdi menyanggupi permintaan tersebut dan menyatakan bersedia menerima dana Rp 20 juta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rapur DPR Setujui 7 Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Malaysia luncurkan rencana aksi digital dorong pengembangan AI
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Danantara Gandeng KPK untuk Dampingi Pelaksanaan Proyek Hilirisasi Guna Cegah Korupsi
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Menilik Surga Kudapan Tradisional di Pasar Siti Khadijah Kelantan, Ada Kue Indonesia?
• 6 menit lalutvonenews.com
thumb
Soal Safari Politik Jokowi, Puan Ingatkan Semua Pihak Jaga Situasi Tetap Adem
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.