Sebuah usaha konveksi rumahan di Sleman, Dear June, kini memproduksi hingga 3.000 potong pakaian per bulan dan telah merambah pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura. Padahal, usaha ini bermula dari produksi rumahan dengan kapasitas hanya satu hingga tiga potong per pesanan.
Pendiri Dear June, Yunita Fauziah, memulai usahanya dengan modal awal Rp5 juta dan satu orang penjahit. Dorongan awalnya adalah kebutuhan pribadi Yunita saat memasuki mulai berkuliah.
Di bangku kuliah, ia tak lagi mengenakan seragam setiap hari seperti saat masih bersekolah, ia pun mulai membuat pakaian sesuai keinginannya sendiri yang kemudian dijual dan mendapat respons positif.
"Dear June itu dulu awalnya waktu masuk kuliah. Pas SMA kan berseragam ya, terus di kuliah itu kan kita nggak ada seragam. Jadi harus terus punya banyak baju supaya bisa ganti-gantian," kata Yunita kepada Pandangan Jogja.
"Nah, dari situ kepikiran, gimana kalau sekalian aku bikin baju satu per satu dulu sesuai apa yang aku mau, terus nanti dijualin sekalian. Dari situ, ternyata responsnya lumayan bagus," ungkapnya.
Seiring meningkatnya permintaan, Dear June sempat terkendala kapasitas produksi karena masih bergantung pada penjahit rumahan dan konveksi mitra. Kondisi tersebut mendorong Yunita mulai berinvestasi pada mesin jahit.
"Jadi awal mulanya dari situ keresahannya. Demand-nya terlalu tinggi, tapi kok dari konveksinya nggak terlalu mendukung nih. Akhirnya kita mulai beranikan untuk invest di mesin jahit," tutur Yunita. "Modalnya awalnya cuma Rp5 juta aja, cuma ada satu penjahit aja, lanjutnya.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, Dear June juga memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar. Menurut Yunita, kehadiran toko di Shopee memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan, terutama saat periode promosi.
"Terus kita berani untuk buka toko di e-commerce, di Shopee itu tuh pengaruhnya cukup tinggi. Kalau untuk pas double date atau payday itu tuh peningkatannya dari hari biasanya itu biasanya sekitar tiga sampai empat kali lipat," katanya.
Kini, Dear June tak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Singapura.
"Kalau untuk pesanan saat ini penjualan itu sebenarnya mayoritasnya itu ada di Kota Jakarta, Bandung, terus Medan, terus Semarang dan sebagainya. Tapi kita juga melakukan ekspor. Jadi kita ada di Malaysia dan juga ada di Singapura seperti itu," jelasnya.
Pertumbuhan usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Ia mengajak ibu-ibu tetangganya untuk membantu proses produksi baju seperti pemasangan kancing.
Lebih menggembirakannya lagi, usaha yang dirintis Yunita telah berhasil membawa kedua orang tuanya pergi umrah ke Tanah Suci.
"Tahun 2024 itu saya sama Bapak berangkat umrah. Semua yang ngurusi, semua yang membiayai, itu anak saya," kata ibu Yunita, Yatinem.





