Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menyatakan sinergi antara big data dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pemeriksaan sektor publik.
Dia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital, big data, dan AI telah mengubah lanskap pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan kebijakan publik.
“Pemanfaatan potensi big data bukan lagi sekadar sebuah keuntungan, melainkan telah menjadi sebuah kebutuhan,” ujar Ketua BPK dalam agenda pertemuan ke-10 INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Institutions) Working Group on Big Data (WGBD) yang dihadiri oleh 46 delegasi dari berbagai Supreme Audit Institutions (SAIs) di Nairobi, Kenya, dari keterangan resmi, Jakarta, Selasa.
Isma menerangkan bahwa sinergi antara big data dan AI menjadi faktor penting dalam mendukung pemeriksaan yang lebih efektif, berbasis risiko, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan keuangan negara yang semakin kompleks.
Selain memanfaatkan AI untuk meningkatkan proses pemeriksaan (AI for audit), lembaga pemeriksa juga dinilai memiliki peran penting dalam mengawasi penerapan AI di sektor publik (audit of AI) guna memastikan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik.
Ketua BPK turut mengapresiasi peran INTOSAI WGBD sebagai forum strategis bagi komunitas SAI dunia dalam mengembangkan kapasitas pemanfaatan teknologi dan berbagi praktik terbaik pemeriksaan berbasis data.
Dia juga mengundang komunitas INTOSAI untuk berpartisipasi dalam Kongres INTOSAI (INCOSAI) ke-26 yang akan diselenggarakan di Bali pada tahun 2028.
Baca juga: BPK dukung penguatan tata kelola Bulog akuntabel kawal swasembada
Baca juga: KDM minta BPK tak hanya uji sampel periksa laporan keuangan di Jabar
Dalam kegiatan tersebut, BPK sebagai project leader penelitian INTOSAI WGBD 2026-2028 bertajuk the Application of Emerging Technologies such as Artificial Intelligence in the Field of Public Finance Audit menyampaikan pula perkembangan proyek tersebut.
Kepala Biro Teknologi Informasi BPK Pingky Dezar Zulkarnain menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemeriksaan berbasis AI, yang mencakup pemanfaatan AI untuk mendukung proses pemeriksaan sekaligus evaluasi atas penerapan AI dalam tata kelola sektor publik.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota INTOSAI dalam memperkuat kapasitas dan kesiapan lembaga pemeriksa dalam memanfaatkan teknologi AI secara akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas pemeriksaan.
Di sela pelaksanaan WGBD, Ketua BPK melakukan courtesy meeting dengan Auditor-General Kenya di Office of the Auditor General (OAG) Kenya. Pertemuan tersebut merupakan implementasi kerja sama bilateral yang telah terjalin antara BPK dan OAG Kenya sejak penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada Kongres INTOSAI (INCOSAI) ke-25 tahun 2025 di Sharm El Sheikh, Mesir.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Ketua BPK menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara kedua lembaga serta menyatakan kesiapan BPK terhadap upaya OAG Kenya dalam memperkuat kapasitas pemeriksaan atas public-private partnership (PPP).
Pada sesi diskusi, Direktur Pemeriksaan Keuangan Negara II.A, Winarno, memaparkan pengalaman BPK dalam melaksanakan pemeriksaan kinerja atas pengelolaan PPP infrastruktur di Indonesia.
“Melalui partisipasi aktif dalam forum INTOSAI dan penguatan kerja sama bilateral dengan OAG Kenya, BPK terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan praktik pemeriksaan yang adaptif terhadap transformasi digital sekaligus memperkuat peran lembaga pemeriksa dalam mewujudkan tata kelola sektor publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ucap Isma Yatun.
Baca juga: BPK catat peningkatan kualitas pengelolaan subsidi BUMN
Baca juga: Konstitusionalitas BPK sebagai pemeriksa tunggal kerugian negara
Dia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital, big data, dan AI telah mengubah lanskap pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan kebijakan publik.
“Pemanfaatan potensi big data bukan lagi sekadar sebuah keuntungan, melainkan telah menjadi sebuah kebutuhan,” ujar Ketua BPK dalam agenda pertemuan ke-10 INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Institutions) Working Group on Big Data (WGBD) yang dihadiri oleh 46 delegasi dari berbagai Supreme Audit Institutions (SAIs) di Nairobi, Kenya, dari keterangan resmi, Jakarta, Selasa.
Isma menerangkan bahwa sinergi antara big data dan AI menjadi faktor penting dalam mendukung pemeriksaan yang lebih efektif, berbasis risiko, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan keuangan negara yang semakin kompleks.
Selain memanfaatkan AI untuk meningkatkan proses pemeriksaan (AI for audit), lembaga pemeriksa juga dinilai memiliki peran penting dalam mengawasi penerapan AI di sektor publik (audit of AI) guna memastikan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik.
Ketua BPK turut mengapresiasi peran INTOSAI WGBD sebagai forum strategis bagi komunitas SAI dunia dalam mengembangkan kapasitas pemanfaatan teknologi dan berbagi praktik terbaik pemeriksaan berbasis data.
Dia juga mengundang komunitas INTOSAI untuk berpartisipasi dalam Kongres INTOSAI (INCOSAI) ke-26 yang akan diselenggarakan di Bali pada tahun 2028.
Baca juga: BPK dukung penguatan tata kelola Bulog akuntabel kawal swasembada
Baca juga: KDM minta BPK tak hanya uji sampel periksa laporan keuangan di Jabar
Dalam kegiatan tersebut, BPK sebagai project leader penelitian INTOSAI WGBD 2026-2028 bertajuk the Application of Emerging Technologies such as Artificial Intelligence in the Field of Public Finance Audit menyampaikan pula perkembangan proyek tersebut.
Kepala Biro Teknologi Informasi BPK Pingky Dezar Zulkarnain menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemeriksaan berbasis AI, yang mencakup pemanfaatan AI untuk mendukung proses pemeriksaan sekaligus evaluasi atas penerapan AI dalam tata kelola sektor publik.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota INTOSAI dalam memperkuat kapasitas dan kesiapan lembaga pemeriksa dalam memanfaatkan teknologi AI secara akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas pemeriksaan.
Di sela pelaksanaan WGBD, Ketua BPK melakukan courtesy meeting dengan Auditor-General Kenya di Office of the Auditor General (OAG) Kenya. Pertemuan tersebut merupakan implementasi kerja sama bilateral yang telah terjalin antara BPK dan OAG Kenya sejak penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada Kongres INTOSAI (INCOSAI) ke-25 tahun 2025 di Sharm El Sheikh, Mesir.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Ketua BPK menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara kedua lembaga serta menyatakan kesiapan BPK terhadap upaya OAG Kenya dalam memperkuat kapasitas pemeriksaan atas public-private partnership (PPP).
Pada sesi diskusi, Direktur Pemeriksaan Keuangan Negara II.A, Winarno, memaparkan pengalaman BPK dalam melaksanakan pemeriksaan kinerja atas pengelolaan PPP infrastruktur di Indonesia.
“Melalui partisipasi aktif dalam forum INTOSAI dan penguatan kerja sama bilateral dengan OAG Kenya, BPK terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan praktik pemeriksaan yang adaptif terhadap transformasi digital sekaligus memperkuat peran lembaga pemeriksa dalam mewujudkan tata kelola sektor publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ucap Isma Yatun.
Baca juga: BPK catat peningkatan kualitas pengelolaan subsidi BUMN
Baca juga: Konstitusionalitas BPK sebagai pemeriksa tunggal kerugian negara





