ESDM Buka Suara soal Harga Baru BBM Nonsubsidi Periode Juli 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal harga baru BBM nonsubsidi yang akan diumumkan dan berlaku pada 1 Juli 2026.

Adapun harga minyak mentah dunia terpantau terus turun dan kini menyentuh level USD 73,15 per barel. Adapun harga BBM nonsubsidi dapat disesuaikan setiap awal bulan, mengikuti pergerakan harga minyak mentah global, kurs rupiah terhadap dolar AS, dan MOPS/Argus.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan bahwa harga BBM nonsubsidi memang seharusnya disesuaikan pada awal bulan sesuai regulasi tersebut, apalagi ketika ada perubahan yang signifikan dari harga minyak mentah.

"Kalau sesuai Kepmen memang di awal bulan kan perhitungannya setiap periode, dan yang pasti untuk BBM nonsubsidi sudah pasti akan ada penyesuaian, kalau memang harga minyak dunia lagi turun pasti akan terkoreksi juga harga BBM nonsubsidi," katanya kepada awak media, Selasa (30/6).

Kendati begitu, Anggia menuturkan bahwa badan usaha sudah menahan harga bensin nonsubsidi sejak April 2026 meskipun harga minyak mentah sudah melonjak tinggi. Pertamina baru menaikkan harga bensin nonsubsidi pada 10 Juni 2026, yakni Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter.

Selain itu, Anggia juga menyebutkan bahwa badan usaha melakukan pembelian minyak mentah dalam periode tertentu, tidak serta merta langsung membeli ketika harga sudah turun.

"Tapi kan balik lagi, ini kan enggak seperti beli pisang goreng pagi turun harganya langsung bisa dibeli. Karena ada periode waktu tertentu dalam pembelian minyak ini. Ada periodisasinya per berapa bulan," ungkap Anggia.

Adapun harga minyak mentah global memang baru anjlok drastis mulai pekan kedua Juni 2026, seiring dengan menurunnya tensi perang AS dan Iran dan dibukanya kembali lalu lintas Selat Hormuz. Saat ini, harga patokan Brent maupun WTI sudah di bawah USD 80 per barel.

Sementara itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 bertengger di level USD 106,56 per barel, kendati sudah turun dari posisi April 2026 yang menembus USD 117,31 per barel.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara soal potensi turunnya harga BBM nonsubsidi di tengah melemahnya harga minyak mentah global. Dia menilai penyesuaian harus bersifat adil (fair).

"Kita lihat saja (penyesuaian harga BBM bulan depan)," ungkap Bahlil saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Senin (29/6).

Menurutnya, perusahaan pelat merah sektor migas tersebut sudah menahan harga BBM nonsubsidi lebih dari 3 bulan, dan kenaikan baru terjadi sekitar 3 pekan lamanya.

"Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masak baru naik baru naik dua minggu atau tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya (harga BBM) enggak diturunkan?" tegas Bahlil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Berjibaku Padamkan Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Selain Vonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Dijatuhi Denda Rp 1 Miliar
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Dorong Penguatan Bursa Karbon, OJK Akui Perdagangan di RI Relatif Rendah
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Brasil ke 16 besar setelah menang dramatis 2-1 atas Jepang
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kadin Ajak Belarus Bangun Pabrik di Indonesia, Jangan Sekadar Jadikan RI Pasar Ekspor
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.