REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Changan Indonesia memilih memperkenalkan Deepal S05 berteknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) sebagai alternatif elektrifikasi yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi pasar Indonesia. Berbeda dengan hybrid konvensional, sistem REEV tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya berfungsi menghasilkan listrik untuk mengisi baterai.
After Sales Trainer Changan Indonesia Dwi Setiyoko mengatakan, teknologi tersebut menawarkan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni, tetapi tanpa kekhawatiran kehabisan daya ketika menempuh perjalanan jauh.
- Changan Buka Pre-Booking Deepal S05 di Indonesia, SUV Listrik dengan Opsi BEV dan REEV
- Teknologi REEV Mulai Masuk Indonesia, Changan Andalkan Deepal S05
- Changan dan MG Dekati Konsumen EV Lewat Mall Exhibition
"Kalau REEV, penggerak utamanya motor listrik. Mesin bensin hanya bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke baterai dan motor listrik, bukan untuk menggerakkan roda secara langsung," kata Dwi saat sesi tanya jawab bersama media dalam pengumuman pre-booking Deepal S05 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, konsep tersebut berbeda dengan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang umum digunakan sejumlah pabrikan otomotif. PHEV dan REEV sama-sama memiliki port pengisian daya listrik dan tangki bensin, tapi di PHEV mesin bensin dan motor listrik sama-sama dapat menggerakkan roda kendaraan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dwi menjelaskan, sistem REEV memiliki konstruksi yang lebih sederhana karena tidak memerlukan mekanisme penghubung antara mesin dan roda. Hal itu membuat biaya produksi lebih efisien sekaligus mempertahankan karakter berkendara khas kendaraan listrik.
"Kalau dari sisi teknis, production cost secara garis besar bisa lebih efisien karena tidak memerlukan sistem paralel. Dari sisi penggunaan harian juga lebih optimal karena tenaga tetap berasal dari motor listrik," ujarnya.
Ia menilai teknologi tersebut lebih sesuai untuk konsumen Indonesia yang mulai beralih ke kendaraan listrik, tetapi masih mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di berbagai daerah.
Pada Deepal S05 REEV, mesin bensin 1.500 cc hanya akan aktif ketika kapasitas baterai mulai menurun atau saat kendaraan membutuhkan tambahan pasokan listrik. Sistem ini memungkinkan mobil tetap melaju menggunakan tenaga motor listrik, sementara mesin bertugas mengisi ulang baterai secara otomatis.
Selain itu, kendaraan juga dilengkapi fitur energy recovery yang mengubah energi saat deselerasi menjadi listrik untuk disimpan kembali ke baterai, sehingga efisiensi penggunaan energi semakin meningkat. Pengisian daya juga didukung teknologi DC fast charging untuk mempercepat proses pengisian baterai.




