Lamongan (beritajatim.com) – Kemampuan literasi masyarakat Kabupaten Lamongan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditingkatkan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan tantangan literasi di Lamongan tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tahun 2025 sebesar 18,9, sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di angka 61,51.
“Ini artinya menjadi tantangan kita semuanya, bahwa perpustakaan ini memiliki peran yang semakin penting, peran yang semakin terintegrasi bagi pembangunan sumber daya manusia kita,” kata Yuhronur saat membuka Festival Literasi Lamongan Pusta Raya 2026 di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lamongan, Selasa (30/6/2026).
Lebih lanjut, Yuhronur menyampaikan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masifnya arus informasi pada era Artificial Intelligence (AI), budaya membaca dan kemampuan menyaring informasi menjadi bekal penting bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkab Lamongan terus berupaya meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat. Salah satunya melalui Festival Literasi Lamongan Pusta Raya 2026.
Perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku, tetapi harus menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mampu membentuk karakter, meningkatkan wawasan, serta membekali masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Festival seperti ini menjadi penting sekali bagi kita semuanya, bagi anak-anak kita, supaya wawasannya meningkat, punya penguatan karakter yang dibentuk oleh literasi, sehingga dapat membedakan informasi mana yang benar dan mana yang menyesatkan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, menjelaskan bahwa hasil pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) saat ini menggunakan instrumen baru sesuai regulasi terbaru dari Perpustakaan Nasional.
“Berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025, pengukuran IPLM menggunakan instrumen dan metodologi terbaru, begitu pula dengan pengukuran TKM yang diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 9 Tahun 2025,” katanya.
Umuronah menambahkan, perubahan metode pengukuran membuat hasil yang diperoleh tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun sebelumnya.
“Berdasarkan peraturan tersebut, hasil pengukuran saat ini tidak menunjukkan penurunan atau kenaikan, melainkan nilai baru dalam perspektif pengukuran yang lebih substantif terhadap kinerja perpustakaan,” ujar Umuronah.
Umuronah berharap melalui Festival Literasi Pusta Raya 2026, minat baca masyarakat terus meningkat dan peran perpustakaan semakin optimal sebagai pusat belajar. “Kami juga berharap kemampuan literasi masyarakat semakin kuat dalam menghadapi tantangan era digital,” ucapnya. (fak/kun)




