Taruna Akmil Dilibatkan Latih Siswa Sekolah Rakyat, PGRI Bertanya-tanya, Mengapa Bukan Guru?

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menilai pelibatan guru dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat akan lebih tepat dibanding pihak di luar profesi pendidik. Hal tersebut menanggapi, penugasan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) untuk melatih siswa-siswa Sekolah Rakyat (SR).

Meski mengaku belum membaca detail kebijakan tersebut, Unifah menekankan guru memiliki kompetensi yang memang dipersiapkan untuk mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik.

Baca Juga
  • Setara: Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berbahaya
  • Wali Kota Bekasi Minta Karang Taruna Perkuat Kapasitas Pemuda
  • Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dilatih Taruna Akmil

“Saya belum baca beritanya, tapi aku berharap, kan guru banyak. Kalau dilakukan sama guru jauh lebih baik daripada orang lain yang belum tentu kompetensinya,” kata Unifah saat dihubungi Republika, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, proses pendidikan membutuhkan pemahaman pedagogi yang menjadi dasar dalam kegiatan belajar mengajar. Ia menilai keterlibatan guru tetap perlu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan karena tenaga pendidik memiliki kompetensi untuk mendampingi perkembangan dan proses belajar anak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Ngerti tentang pedagogi, tapi pengerahan itu saya belum tahu yang pasti ya. Mengarahkan guru kerja pasti lebih baik ya, karena memang dididik untuk mengembangkan potensi anak didik gitu ya,” katanya.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JPU Kejaksaan Agung Tegaskan Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Bukan Kriminalisasi
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketika Nafkah Tidak Lagi Sekadar Uang: Memaknai Tanggung Jawab Orang Tua
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Jawa Timur Dapat Alokasi 2,7 Juta Biosolar untuk Pulihkan Pasokan dan Atasi Antrean
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Duo Maling Motor di Bogor Dipergoki, Dikejar-kejar hingga Ditangkap Warga
• 17 jam laludetik.com
thumb
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.