CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kasus penipuan online terus meningkat seiring pesatnya penggunaan layanan digital, mulai dari transaksi perbankan hingga aktivitas media sosial.
Menurut laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), penipuan finansial digital kini menjadi salah satu risiko terbesar bagi pengguna layanan keuangan global karena semakin canggihnya teknik pelaku kejahatan digital.
Sementara berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 432.637 laporan penipuan online di Indonesia dengan total kerugian yang dilaporkan melampaui Rp2,6 triliun. Angka ini terakumulasi hingga awal tahun 2026
Khusus di Sulsel, OJK mencatat lebih dari 3.200 kasus penipuan dan kejahatan keuangan digital dilaporkan sepanjang 2025.
Modus yang digunakan juga semakin beragam, mulai dari phishing, pesan palsu mengatasnamakan bank, hingga link berbahaya yang dikirim melalui SMS atau aplikasi pesan instan. Bahkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) kini ikut dimanfaatkan untuk membuat pesan dan identitas palsu yang sulit dibedakan dari yang asli
Agar tidak menjadi korban, berikut langkah sederhana namun penting yang bisa dilakukan:
1. Jangan klik link sembarangan
Hindari membuka tautan dari SMS, email, atau chat yang tidak jelas sumbernya, terutama yang meminta data pribadi.
2. Waspadai iming-iming berlebihan
Penawaran hadiah, investasi cepat untung, atau diskon besar sering menjadi jebakan utama pelaku penipuan.
3. Jangan pernah bagikan OTP atau PIN
Bank atau layanan resmi tidak pernah meminta kode OTP melalui chat atau telepon.
4. Gunakan verifikasi resmi
Selalu cek informasi langsung melalui aplikasi resmi atau website perusahaan terkait.
5. Tingkatkan keamanan akun
Gunakan password kuat, aktifkan verifikasi dua langkah, dan hindari menggunakan password yang sama di banyak akun.
Penipuan online kini tidak lagi dilakukan secara sederhana, melainkan sudah memanfaatkan teknologi canggih dan manipulasi psikologis. Karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi benteng utama untuk menghindari kerugian finansial.



