VIVA – Keluarga merasakan kehilangan setelah dokter muda dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha yang tewas bunuh diri akibat mengalami depresi.
Dr Icha didiagnosa mengalami depresi berat setelah diduga mendapatkan intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu oknum anggota DPRD TTU, Veronika Lake mengungkapkan klarifikasi sekaligus mengungkapkan kronologi saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kefamenanu.
Mendengar klarifikasinya, keluarga korban Fabianus Banase tak sanggup menahan amarahnya.
Paman korban merasa heran mengapa baru sekarang memberikan klarifikasi tanpa memberikan maaf atau menemui keluarga.
“Bilang sama Veronika itu, jujur dia jangan memancing amarah keluarga. Kita keluarga sudah terlalu bijak, tidak ada aksi-aksi apapun di luar nalar karena kami masih bijak,” ungkap Fabianus Banase pada program acara Pagi-Pagi Seru, tvOne.
“Veronika itu gelarnya bejibun lho, ST., MM., dia seorang perempuan, dia punya naluri. Kenapa dia baru muncul setelah anak kami tiada? Dia provokator, pihak partai juga harus kasih tanggapan,” sambungnya.
- Instagram Kemenkes
Bahkan, paman dr Icha menantang terduga pelaku melakukan sumpah adat budaya timur.
“Pertanyaan saya satu, dia mau nggak sumpah adat secara budaya timur? Dia jumpa saya! Jangan gitu, anak kami sudah tiada baru dia muncul,” ujarnya.
Fabianus Banase mengaku telah menelepon dua anggota DPRD. Dirinya akan melaporkan terduga pelaku jika tidak ada niat baik kepada keluarga korban.
“Saya bilang saya akan laporkan kalian ke Pola kalau kalian tidak ada niat baik untuk melakukan konferensi pers dan mengakui kalian khilaf,” tegasnya.
“Mereka ngomong apa? Kami tidak bentak, kami tidak intimidasi, kami hanya nada tinggi. Perbedaan nada tinggi dengan bentak apa?” lanjutnya.
Oleh karena itu, pihak keluarga meminta kepada Bupati Timor Timur Utara (TTU) agar direktur RS Leona yang hadir di lokasi kejadian untuk menjadi saksi kunci dari kasus ini.
(kmr)





