Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan lapak usaha di sepanjang Jalan Nias dan akan direlokasi ke Jalan Menur.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebutkan bahwa penertiban itu dilakukan kemarin, Senin (29/6/2026) pagi.
Tujuannya mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kemacetan hingga lingkungan yang dinilai kumuh. Sebelumnya, kondisi itu dikeluhkan warga.
“Setelah saya cek memang betul, maka saya kumpulkan semua lurah, camat, juga teman-teman Satpol PP, PU (DSDABM), DLH (Dinas Lingkungan Hidup), dan Dishub (Dinas Perhubungan),” ujarnya dikutip Selasa (30/6/2026).
Ia menyebut sebelumnya penertiban Jalan Nias sudah dilakukan karena minim penerangan dan kondisi lingkungan yang kotor, badan jalan digunakan sebagai tempat pengecatan dan pengelasan sehingga mempersempit ruang lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.
“Jadi Jalan Nias itu kemarin sudah ada penertiban dari teman-teman, karena banyak keluhan masyarakat terkait dengan Jalan Nias,” kata dia.
Penertiban kalo ini untuk mengembalikan fungsi jalan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dengan pemasangan lampu penerangan, pemangkasan ranting pohon, hingga pembersihan saluran drainase.
“Maka kita kembalikan lagi sebagai fungsinya. Di situ kita berikan lampu, kita lakukan perantingan. Itu harus bisa dilakukan,” terangnya.
Pemkot menyiapkan relokasi para pelaku usaha yaitu di kawasan Jalan Menur bagi yang terdampak penertiban.
“Karena jalan ini adalah jalan yang memang menjadi jalan alternatif atau jalan umum, fasilitas umum, maka tadi saya carikan tempat pengganti yang ada di (Jalan) Menur, semoga bisa pindah di sana,” katanya.
Pemkot Surabaya akan mempercantik kawasan itu dengan membangun taman di sisi jalan.
“Nanti sebelah kirinya saya juga berikan taman, terus yang dinding berbatasan dengan rel kereta itu insyaallah nanti kita akan cat putih, untuk kami minta Persebaya mungkin bisa melakukan mural di sana,” jelasnya.
Termasuk pembersihan saluran drainase yang sebelumnya tertutup lapak usaha dan dipenuhi sampah agar kembali berfungsi normal.
“Kita bersihkan semua saluran tadi. Isinya masyaallah, styrofoam, tidak karu-karuan. Lah ini karena di atasnya saluran itu dibuat tempat jualan. Nah, ini tadi kita bersihkan semua, insyaallah nanti saluran akan kembali seperti fungsi saluran. Yang jalan juga kembali seperti fungsi jalan,” pungkasnya. (lta/saf/ipg)




