Beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan kegiatan pembagian rapor bagi seluruh murid yang ada di sekolah-sekolah. Banyak yang gembira atas hasil pencapaiannya selama belajar, namun banyak juga yang kecewa lantaran hasilnya kurang memuaskan. Itu semua kembali kepada para murid. Bagaimana murid belajar selama proses pembelajaran. Bagi yang memiliki motivasi tinggi belajar, maka hasil yang didapatkan adalah nilai yang memuaskan. Namun, bagi murid yang malas belajar, yang mereka dapati adalah nilai-nilai yang penuh bantuan.
Bagi sebagian orang tua, pembagian rapor merupakan moment untuk bisa mengevaluasi atas pencapaian anaknya selama setahun kemarin. Bukan hanya evaluasi, pembagian rapor juga merupakan sarana untuk melepaskan uneg-uneg yang ada di dalam dada. Sebagian orang tua menceritakan bagaimana kehidupan anaknya kalau di rumah. Sebagian lagi mereka menceritakan pencapaian-pencapaiannya yang sudah tercapai.
Begitu banyak pembicaraan orang tua saat kegiatan pembagian rapor. Sebagian sekolah pun akhirnya memberikan waktu untuk konsultasi saat pembagian rapor. Ada yang sepuluh menit, bahkan ada yang dua puluh menit. Pembagian waktu ini dilakukan karena ada beberapa orang tua yang melakukan protes setelah pembagian rapor, mereka mengatakan sesi konsultasi rapor waktunya kurang, atau sesi konsultasi rapor belum maksimal.
Apa pun itu alasannya, pembagian rapor adalah evaluasi sekolah terhadap perkembangan murid untuk pada jenjang berikutnya murid tersebut akan menjadi lebih baik lagi. Tidak ada sesi curhat yang hanya menceritakan kehidupan orang tua, bukan juga sesi pamer kehidupan agar guru mengetahui keberhasilan orang tua. Pembagian rapor sejatinya adalah sesi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid.
Semoga dengan adanya pembagian rapor yang dilakukan oleh sekolah kepada orang tua murid, memberikan hasil yang terbaik bagi seluruh murid, sehingga murid mampu melanjutkan pendidikannya di jenjang berikutnya.





