Janice Tjen akhiri penantian 22 tahun tunggal Indonesia di Wimbledon

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Petenis putri Indonesia Janice Tjen mengakhiri penantian 22 tahun wakil tunggal Merah Putih di undian utama Wimbledon sejak Angelique Widjaja tampil pada edisi 2004 Grand Slam lapangan rumput tersebut.

Dalam debutnya di Wimbledon, Janice memastikan langkah ke babak kedua setelah menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada Leylah Fernandez dengan skor 6-1, 7-6(3), Selasa WIB.

"Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round berikutnya," kata Janice dikutip dari media sosial SPOTV.

Baca juga: Janice Tjen atur strategi hadapi Kasatkina pada babak kedua Wimbledon

Baca juga: Janice Tjen tundukkan unggulan untuk melaju ke babak kedua Wimbledon

Sebelum Janice, Angelique Widjaja menjadi petenis tunggal Indonesia terakhir yang tampil di babak utama Wimbledon pada 2004.

Saat itu Angelique mengawali perjuangannya dari babak kualifikasi dengan memenangi tiga pertandingan sebelum langkahnya terhenti pada babak pertama setelah kalah dari Meilen Tu Washington asal Amerika Serikat dengan skor 2-6, 1-6.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut keberhasilan Janice sebagai pencapaian bersejarah bagi tenis Indonesia.

"Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon. Janice berhasil mengalahkan Leylah Fernandez pada pertandingan pembuka," kata Erick melalui akun media sosialnya.

Menurut Erick, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di level dunia.

"Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu," ujar dia.

Janice tampil dominan saat menyingkirkan Fernandez. Petenis berusia 24 tahun itu membukukan enam ace tanpa satu pun double fault, mencatatkan 24 winner dan hanya melakukan 10 unforced error.

Dia juga berhasil mengonversi tiga dari sembilan peluang break point, sekaligus memperlebar keunggulan menjadi 3-0 dalam catatan pertemuan melawan finalis US Open 2021 tersebut.

Pada babak kedua, Janice akan menghadapi petenis Australia Daria Kasatkina. Dia mengatakan akan menyusun strategi bersama pelatihnya, Chris Bint, untuk menghadapi pertandingan berikutnya demi menjaga peluang melaju lebih jauh pada debutnya di Wimbledon.

Selain berlaga di nomor tunggal, Janice juga dijadwalkan tampil pada sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia itu akan menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Baca juga: Janice Tjen bangga bawa nama Indonesia dalam debut Wimbledon






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Mengaku Tak Punya Uang Bayar Uang Pengganti Rp 809,5 Miliar
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri untuk Dukung Transformasi Ekonomi
• 10 jam lalupantau.com
thumb
IMF Bantu Pulihkan Ekonomi Mesir, Beri Pinjaman Rp 28,64 Triliun
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sempat Susah Cari Dana, Peneliti RI Ini Sukses Raih Pendanaan Bill Gates
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
ALSA LC Unpad Pilih Peradi Untuk Diskusi Soal Perkembangan Hukum
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.